Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Riwayat Kafe Xakapa di Lembah Anai, Tak Berizin dan Salahi Aturan, Kini "Tersapu" oleh Alam

Kompas.com - 14/05/2024, 19:00 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Video yang merekam bangunan Kafe Xakapa hanyut terbawa arus banjir bandang di Sumatera Barat beredar di media sosial.

Kafe Xakapa berdiri di daerah Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Namun, kafe ini tersapu oleh arus banjir lahar dingin pada Sabtu (11/5/2024).

Kabar hanyutnya Kafe Xakapa ramai dibahas di media sosial, usai diunggah oleh salah satu akun di media sosial X (Twitter) @tagarabak pada Minggu (12/5/2024).

Menurutnya, kafe tersebut memang seharusnya tidak boleh diirikan di Lembah Anai karena daerah tersebut berada di sempadan atau area kanan-kiri sungai.

"Kalian semua, karena saking bodohnya, malah kafe dan wahana bermain anak yang kalian bikin. Jika ada bencana yang datang, itulah hukuman untuk orang bodoh," tulisnya.

Lantas, bagaimana sebenarnya status kafe itu?

Baca juga: UPDATE Banjir Sumbar: 50 Orang Meninggal, 27 Warga Dilaporkan Hilang


Kafe Xakapa dibangun tanpa izin

Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Datar,  Sumatera Barat Harniwati mengatakan, Kafe Xakapa dan dua bangunan di area itu tidak memiliki izin berdiri.

"Terkait dengan Kafe Xakapa, dapat kami sampaikan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki izin," kata Harniwati saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (14/5/2024).

Selain tidak memiliki izin, ia memastikan bahwa pembangunan kafe juga tidak mendapatkan rekomendasi dari sektor terkait.

Karena itu, Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Barat dapat membongkar bangunan tersebut.

Baca juga: Kerajaan Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Banjir Bandang di Sumbar

Berdiri di kawasan hutan lindung

Sementara, Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Barat, Wengki Purwanto mengungkapkan, Kafe Xakapa sudah berdiri di Lembah Anai sejak 2022.

"Berada di kawasan hutan lindung, tidak ada alas hak, namun ada klaim dibangun di atas tanah adat," tuturnya saat dihubungi secara terpisah, Senin (13/5/2024).

Wengki menjelaskan, Lembah Anai merupakan wilayah hulu yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air untuk menjaga kelestarian fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai.

Kawasan itu tidak boleh dijadikan tempat pembangunan, sesuai Peraturan Menteri PUPR No. 28 Tahun 2015 serta Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 5 Tahun 2022 tentang Rencana Tata ruang Wilayah Tahun 2022-2042.

Namun, dia menilai bahwa pemerintah gagal mengelola kawasan ini sehingga banyak terjadi pembangunan hotel dan kafe di Lembah Anai.

Baca juga: Walhi: Banjir dan Longsor di Sumbar Bukti Deforestasi TNKS Makin Parah

Halaman:

Terkini Lainnya

6 Suplemen yang Berpotensi Memicu Jerawat, Apa Saja?

6 Suplemen yang Berpotensi Memicu Jerawat, Apa Saja?

Tren
Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 24-25 Juni 2024

Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 24-25 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca 23-24 Juni | Tentang Family Office yang Ingin Dibentuk Luhut

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca 23-24 Juni | Tentang Family Office yang Ingin Dibentuk Luhut

Tren
Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Tren
Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Tren
Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial 'Joko Anwar's Nightmares and Daydreams'

Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial "Joko Anwar's Nightmares and Daydreams"

Tren
Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Tren
Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Tren
Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Tren
Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Tren
Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Tren
Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Tren
Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Tren
Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Tren
Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com