Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahasiswa UM Palembang Diduga Plagiat Skripsi Lulusan Unsri, Kok Bisa?

Kompas.com - 30/05/2024, 12:47 WIB
Alinda Hardiantoro,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang diduga melakukan plagiarisme terhadap skripsi lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Sumatera Selatan.

Plagiarisme adalah tindak pencatutan karya orang lain dan menjadikan seolah-olah karya tersebut adalah miliknya.

Kasus dugaan plagiarisme skripsi mahasiswa Unsri ini viral di media sosial X, dulunya Twitter setelah pemiliknya, Naomi (25) membagikan cerita itu.

"Bangk**, skripsi S1 gue diplagiat plek ketiplek sama anak hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, hadeh @UMPCenter," tulisnya.

Kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2024) Naomi membagikan dokumen skripsinya berjudul "Disparitas Penjatuhan Pidana dalam Perkara Penyiraman Air Keras" yang dibuat pada 2021.

Skripsi itu diduga dijiplak dengan judul yang sama oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang pada 2024.

Terkait kejadian tersebut, Naomi mengaku akan menempuh jalur hukum. Pihaknya sudah mengirimkan surat somasi ke UM Palembang, Rabu (29/5/2024).

Baca juga: Penjelasan Unej soal Dugaan Alumnusnya yang Disebut Plagiat Skripsi

Ketahuan saat ikut tren 'show your skripsi'

Dihubungi Kompas.com, Kamis (30/5/2024), Naomi mengaku tidak senjaga menemukan karya ilmiahnya itu ditulis dan diakui mahasiswa lain.

Saat itu, ia sedang membuka media sosial Instagramnya dan menemukan tren 'show your skripsi' pada Rabu (29/5/2024) pagi.

Naomi kemudian penasaran dan mengecek skripsi yang sudah ditulisnya sejak 2021 silam. Ia kemudian mengetikkan di mesin pencarian Google judul skripsinya yang sudah di luar kepala itu.

"Sontak saya heran dan terkejut saat mengetahui ada skripsi dengan judul yang sama dengan skripsi yang dulu saya susun di tahun 2021," kata dia.

Setelah ditelusuri, ternyata skripsi itu memiliki kesamaan di tingkat persentase yang tinggi alias sangat mirip dengan karyanya.

Kemiripan itu menurutnya terdapat di sisi penulisan, isi maupun pemilihan kata di bagian judul, abstrak, latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.

Kesamaan lainnya juga ditemukan di metode penelitian, indentasi, footnote, hingga daftar isi dan daftar pustaka.

"Skripsi tersebut diterbitkan di Maret 2024 ini, sedangkan skripsi saya diterbitkan di November 2021," ungkap Naomi.

Disarankan tempuh jalur hukum

Ia pun segera berkonsultasi dengan dosen pembimbing skripsinya dan juga wakil dekan Fakultas Hukum Unsri.

Jajaran sivitas akademika Unsi kemudian menyarankan agar Naomi menempuh jalur hukum, yaitu somasi karena plagiarisme skripsi termasuk dalam tindakan kriminal.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 25 ayat [2] UU Sisdiknas, apabila ada karya ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti hasil jiplakan, maka gelarnya akan dicabut.

Diatur pula pada Pasal 70 bahwa tidak hanya dicabut gelarnya, lulusan yang terbukti menjiplak karya ilmiah orang lain juga diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200 juta.

Baca juga: Mahasiswanya Diduga Plagiat Skripsi, Begini Hasil Temuan Universitas Jember

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com