Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Hukum Mati Pejabat yang Terima Suap Rp 2,4 Triliun

Kompas.com - 30/05/2024, 17:30 WIB
Laksmi Pradipta Amaranggana,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pengadilan China menjatuhkan hukuman mati kepada mantan eksekutif Huarong Asset Management, Bai Tianhui pada Selasa (28/5/2024).

Dikutip dari Channel News Asia, Huarong Asset Management merupakan salah satu perusahaan manajemen aset terbesar yang dikendalikan negara.

Selain itu, Perusahaan Huarong menjadi target utama pemberantasan korupsi yang dilakukan Presiden Xi Jinping selama bertahun-tahun.

Tianhui dijatuhi hukuman mati karena terbukti menerima suap mencapai 1,1 miliar Yuan China atau Rp 2,45 triliun.

Dilansir dari The Independent, tak hanya divonis hukuman mati, Tianhui juga dijatuhi hukuman perampasan hak politik seumur hidup dan penyitaan semua properti pribadi.

“Nilai kejahatan suap yang dilakukan Bai Tianhui sangat besar, keadaan kejahatannya sangat serius, dampak sosialnya sangat buruk, dan menyebabkan kerugian besar terhadap kepentingan negara dan rakyat,” bunyi putusan pengadilan. 

Ia divonis bersalah karena menggunakan posisinya untuk menawarkan perlakuan yang menguntungkan, termasuk akuisisi proyek dan pembiayaan perusahaan.

Hingga Kamis (30/5/2024), belum diketahui apakah Tianhui akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Baca juga: Mengaku Tidak Bunuh Vina, Pegi Tetap Terancam Hukuman Mati


Jadi koruptor kedua yang mendapat hukuman mati

Tianhui menjadi koruptor kedua di China yang dijatuhi hukuman mati karena terlibat dalam korupsi.

Sebelumnya, Mantan CEO Huarong Asset Management, Lai Xiaomin telah dieksekusi pada Januari 2021.

Xiaomin divonis hukuman mati karena menerima suap senilai 260 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 3,74 triliun dengan kurs pada masa itu.

Tianhui dijatuhi hukuman beberapa hari setelah mantan pejabat senior di China bagian tengah, Cao Guangjing dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Guangjing divonis bersalah karena menerima suap sebesar 216 juta yuan atau Rp 481,4 miliar dan membantu pihak lain mendapatkan kontrak bisnis.

Baca juga: Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com