Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bayi Tertabrak Fortuner di Sidoarjo, Apakah Orangtua Berpeluang Dipidana?

Kompas.com - 30/05/2024, 07:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia usai tertabrak mobil Fortuner yang dikendarai tetangganya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu (25/5/2024) sore.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (28/5/2024), mobil Toyota Fortuner yang dikendarai warga berinisial AC (31) itu menabrak korban yang sedang berada di sekitar area permainan.

Akibatnya, korban meninggal dunia ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, pihak kepolisian telah menetapkan AC sebagai tersangka.

"(Kecelakaan disebabkan) karena kelalaian sopir itu pada saat belok ke kanan, dia kurang berhati-hati sehingga tidak melihat adanya anak tersebut," terang Kanit Gakkum Laka Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Ony Purnomo.

Baca juga: Kronologi Balita 2 Tahun di Sidoarjo Meninggal Usai Terlindas Fortuner Tetangga


Warganet pun sempat merespons penetapan tersangka ini.

Beberapa di antaranya menyoroti orangtua balita yang juga dianggap lalai karena membiarkan anaknya keluar rumah tanpa pengawasan.

Lantas, apakah orangtua balita yang tetabrak mobil Fortuner dapat dipidanakan karena dianggap lalai?

Baca juga: Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Pidana orangtua lalai

Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muchamad Iksan menuturkan, orangtua yang berbuat lalai hingga menyebabkan anaknya meninggal dunia dapat dipidanakan.

"Secara yuridis formal, kelalaian yang menyebabkan orang mati diancam dengan Pasal 359 KUHP," ungkapnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/5/2024).

Dalam Pasal 359 KUHP, disebutkan bahwa kesalahan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana kurungan paling lama 1 tahun".

Dia menambahkan, praktik penegakan hukum biasanya dipengaruhi beberapa faktor, seperti Undang-Undang, aparat penegak hukum, sarana prasarana, masyarakat, dan budaya masyarakat.

Baca juga: Viral, Video Balita Ketumpahan Minyak Panas di Yogyakarta, Ini Kronologinya

Pertimbangan hukum

Toyota Fortuner tabrak bayi 2 tahun di Sidoarjo, Rabu (29/5/2024).Dokumen: rekaman CCTV Toyota Fortuner tabrak bayi 2 tahun di Sidoarjo, Rabu (29/5/2024).
Iksan menambahkan, prakitk penerapan aturan pidana terkait kelalaian akan mempertimbangkan tingkat kelalaian yang dilakukan.

"Akan dilihat juga faktor-faktor yang memengaruhi, budaya atau kebiasaan masyarakat sekitar, kondisi keluarga, dan lain-lain," lanjutnya.

Menurutnya, hukum pidana tidak terlalu membedakan tindakan yang disebut lalai secara teori.

Halaman:

Terkini Lainnya

Ada 'Strawberry Moon' di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Ada "Strawberry Moon" di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Tren
Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Tren
Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Tren
Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Tren
Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Tren
Manfaat 'Torpedo Kambing' bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Manfaat "Torpedo Kambing" bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Tren
Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Tren
Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Tren
Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Tren
Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Tren
Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Tren
Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Tren
Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Tren
Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Tren
Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com