Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Parlemen Israel Loloskan RUU yang Menyatakan UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Kompas.com - 30/05/2024, 21:15 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Parlemen Israel meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang menyatakan bahwa badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina atau United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) sebagai organisasi teroris pada Rabu (29/5/2024).

Dikutip dari Jerusalem Post, naskah RUU tersebut diserahkan oleh anggota Knesset dari Partai Yisrael Beytenu, Yulia Malinovsky.

RUU itu juga nantinya akan menghapus kekebalan dan hak istimewa yang didapatkan anggota UNRWA selama ini.

Dalam pembahasan tahap awal, sebanyak 42 anggota Knesset menyetujui RUU itu dan 6 lainnya tidak setuju.

Baca juga: Israel Serang Rafah, Erdogan Sumpahi Netanyahu Bernasib seperti Hitler

Jika disahkan pada pembahasan tahap akhir, RUU ini akan memberikan dasar hukum dalam penerapan UU Anti Terorisme Israel kepada UNRWA.

Israel juga akan menghentikan seluruh hubungan dengan badan PBB tersebut, termasuk penutupan aset-asetnya.

Keputusan tersebut menyusul adanya klaim Israel terkait dugaan UNRWA terafiliasi dengan Hamas.

Ini dibuktikan dengan temuan terowongan panjang di bawah markas pusat UNRWA di Gaza sebagai tempat perlindungan Hamas.

Selain itu, militer Israel atau Israel Defence Forces (IDF) menemukan berbagai senjata seperti senapan, granat, dan bahan peledak di markas UNRWA.

Temuan itu juga memuat dugaan pegawai UNRWA terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Baca juga: Daftar Negara Barat yang Kutuk Serangan Israel ke Rafah, Ada Perancis Juga Jerman

Respons UNRWA

Penasihat media UNRWA di Gaza, Adnan Abu Hasna mengatakan, tak ada negara yang berhak mendeklarasikan organisasi di bawah PBB sebagai entitas teroris, dilansir dari The New Arab, Senin (27/5/2024).

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan eskalasi berbahaya dengan dampak yang luas dan berpotensi menghancurkan.

UNRWA, terang Adnan, adalah organisasi yang didirikan berdasarkan keputusan Majelis Umum PBB dan tetap menjadi sarana terbaik untuk menyalurkan bantuan seperti makanan, pendidikan, dan layanan kesehatan kepada warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Israel sendiri telah lama menentang UNRWA dengan meluncurkan ratusan serangan terhadap fasilitas-fasilitas organisasi itu di Gaza.

Sejauh ini, lebih dari 188 staf UNRWA terbunuh oleh militer Israel selama perang sejak 7 Oktober 2023 di Gaza.

Baca juga: 5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Tren
Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Tren
Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Tren
Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Tren
Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Tren
Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Tren
Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Tren
Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Tren
Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Tren
Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Tren
Kata Media Asing soal PDN Diserang 'Ransomware', Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Kata Media Asing soal PDN Diserang "Ransomware", Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Tren
Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Tren
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Tren
Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Tren
7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com