Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Serang Kamp Pengungsi di Rafah, 21 Tewas, Bantuan ke Gaza Terhenti

Kompas.com - 29/05/2024, 10:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dua hari setelah serangan udara Israel ke kamp pengungsian di Rafah memicu kecaman global, militer Israel kembali menyerang kamp pengungsian lain, yang berada di Rafah Barat pada Selasa (28/5/2024).

Dikutip dari The Guardian, layanan darurat Gaza mengatakan, ada empat tembakan yang dilancarkan dari tank Israel. 

Akibatnya, tembakan tank tersebut menghantam tenda di Al-Mawasi, yang berada di jalur pantai.

Jalur tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona aman atau zona kemanusiaan yang diperluas, di mana Israel menyarankan warga sipil di Rafah untuk pergi demi keselamatan.

Selain itu, satu bom juga dilaporkan mendarat di sekitar 300 meter dari lokasi serangan akhir pekan lalu.

Pihak berwenang Gaza mengatakan, serangan terbaru yang dilakukan Israel pada Selasa menyebabkan 21 orang yang tewas, di mana sebagian besar adalah perempuan.

Baca juga: Dubes Palestina: Gaza Utara Hancur Total, Rafah Dikendalikan Israel


Israel bantah serangan di Rafah Barat

Militer Israel membantah adanya serangan terhadap kamp di sebelah barat Rafah pada Selasa (28/5/2024), yang menewaskan sedikitnya 21 orang.

"Bertentangan dengan laporan beberapa jam terakhir, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) tidak menyerang di Area Kemanusiaan di Al-Mawasi," kata militer Israel dikutip dari Reuters, Rabu (29/5/2024).

Meski demikian, di pusat kota Rafah terdapat tank-tank dan kendaraan yang dilengkapi senapan mesin yang terlihat di dekat masjid Al-Awda pada Selasa, menurut saksi mata.

Mereka juga bergerak ke arah wilayah barat, mengambil posisi di puncak bukit Zurub, setelah pengeboman berat.

Baca juga: Warga Israel Ramai-ramai Rusak Bantuan Indomie untuk Warga Gaza, AS dan Inggris Murka

Sebelumnya, pasukan Israel telah menyerang daerah Tel al-Sultan, di mana sedikitnya 45 orang tewas pada Minggu (26/5/2024).

Saat itu, Israel menggunakan serangan udara dan memicu kebakaran besar di daerah yang penuh dengan tenda-tenda pengungsi.

Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, pesawat-pesawat jet menggunakan bom-bom kecil untuk membunuh dua komandan Hamas yang berada di dalam bangunan yang berjarak sekitar 180 meter dari tenda-tenda tempat kebakaran terjadi.

“Amunisi kami saja tidak akan mampu menyulut kebakaran sebesar ini,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa pihak militer sedang menyelidiki apakah kebakaran yang “tak terduga dan tak disengaja” itu disebabkan oleh ledakan sekunder di tempat yang mereka klaim sebagai gudang amunisi di dekat tenda-tenda.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com