Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Besi Proyek Gedung Kejagung Jatuh di Jalur MRT, Ini Tanggapan Hutama Karya

Kompas.com - 30/05/2024, 18:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) akan menghentikan sementara operasionalisasi MRT Jakarta.

Hal ini bagian dari dampak yang ditimbulkan atas insiden kegiatan konstruksi Gedung Kejaksaan Agung RI yang digarap oleh PT Hutama Karya (Persero).

Demikian disampaikan manajemen MRT Jakarta dalam akun Instagram resminya @mrtjkt, Kamis (30/5/2024).

https://www.instagram.com/stories/mrtjkt/3379295429706148775?igsh=cTJweHZoaTg2Nm9z

Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta Ahmad Pratomo mengungkapkan hal ini dalam holding statement, Kamis (30/5/2024).

"Saat ini, telah dilakukan evakuasi penumpang ke Stasiun MRT terdekat dan sedang dilakukan penanganan oleh tim terkait dan untuk perkembangan informasi lebih lanjut, dapat dipantau pada media sosial MRT Jakarta," kata Ahmad.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng Damri, Hadirkan Angkutan dari PIK 2 ke Blok M

Terkait kejadian ini, perusahaan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari gangguan ini dan senantiasa memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jasa MRT Jakarta tetap terjaga.

Sementara PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang MRT Jakarta.

EVP Sekretaris Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan, kejadian jatuhnya material besi pada proyek Gedung Kejaksaan Agung RI yang digarap oleh Hutama Karya dan berdampak pada akses transportasi publik di Jakarta, akan ditindaklanjuti.

"Kami menyampaikan permohonan maaf dan sangat menyesal atas kejadian tersebut," tegas Adjib.

Menurutnya, tim proyek Hutama Karya langsung melakukan penyelidikan serta pembersihan lokasi kejadian dan segera melakukan koordinasi dengan pihak MRT Jakarta agar layanannya dapat berfungsi kembali.

"Hutama Karya akan terus menginformasikan update terkini penanganan pada lokasi kejadian pada kesempatan pertama melalui akun media sosial Hutama Karya," tuntas Adjib.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com