Situasi Ekstrem, Penanganan Virus Corona, dan Imbauan di Rumah Saja...

Kompas.com - 13/05/2020, 06:07 WIB
Petugas membawa keluar jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dari ruang isolasi RSUD Kota Bogor, Senin (11/5/2020). Mengutip laman covid19.kotabogor.go.id, tercatat Senin ini terdapat 246 PDP di Bogor, dengan 110 telah dinyatakan sembuh, 89 dalam perawatan RS, dan 47 meninggal dunia. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas membawa keluar jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dari ruang isolasi RSUD Kota Bogor, Senin (11/5/2020). Mengutip laman covid19.kotabogor.go.id, tercatat Senin ini terdapat 246 PDP di Bogor, dengan 110 telah dinyatakan sembuh, 89 dalam perawatan RS, dan 47 meninggal dunia.

KOMPAS.com - Orang-orang bertanya-tanya kepada para dokter tentang bagaimana rasanya berada di garis depan.

Meski maksudnya baik, ternyata mereka salah. Asisten dokter dengan spesialisasi perawatan kritis jantung di Atlanta Kyle S. Briggs menulis di Medical News Today, Senin (27/4/2020).

Dia mengaku tidak di garis depan. Sebaliknya, sebagai seorang yang tidak pernah meninggalkan ICU, dia adalah garis pertahanan terakhir.

"Saya berada di garis terakhir, di mana banyak orang secara tragis tidak selamat," kata Briggs.

Dia bagian dari tim yang menangani pasien paling sakit di rumah sakit.

Pasiennya membutuhkan mesin invasif dan obat untuk mempertahankan kadar oksigen yang tepat dalam darah mereka agar tetap hidup.

Baca juga: Saat AS Mulai Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19 di 6 Negara Bagian...

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X