Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Duduk Perkara Kepala Bea Cukai Purwakarta Dibebastugaskan, Buntut Harta Kekayaan Tak Wajar

Kompas.com - 14/05/2024, 09:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membebastugaskan Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, Rahmady dibebastugaskan dari jabatannya sejak Kamis (9/5/2024).

Menurutnya, Rahmady dinonaktifkan untuk mendukung kelancaran pemeriksaan internal atas dugaan pelanggaran yang dilakukan.

Pelanggaran yang dimaksud terkait kejanggalan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Rahmady.

“Atas dasar hasil pemeriksaan internal tersebut, yang bersangkutan sudah dibebastugaskan,” ujar Nirwala dikutip dari Antara, Senin (13/5/2024).

Baca juga: Pengakuan TikToker Bima Yudho Dapat Tawaran Endorse Bea Cukai, DBC: Tak Pernah Ajak Kerja Sama

Duduk perkara Kepala Bea Cukai Purwakarta dinonaktifkan

Sebelum dibebastugaskan, Rahmady dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena LHKPN-nya dinilai tidak wajar.

Laporan tersebut dilayangkan oleh Wijanto Tritasana melalui kuasa hukumnya, Andreas.

Pelapor menyebutkan bahwa LHKPN milik Rahmady tidak wajar lantaran harta kekayan yang tercatat pada 2023 sebesar Rp 6,39 miliar, namun ia diduga memiliki perusahaan dengan total aset Rp 60 miliar.

Nah ini aset-aset yang sudah diberikan perusahaan ke istrinya atau beli ini didaftarkan atau tidak, ini yang kami tidak tahu,” ujar Andreas di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Senin.

Di sisi lain, Andreas juga membeberkan, Rahmady mempunyai beberapa aset berupa tanah dan bangunan di sejumlah daerah, tetapi harta ini didaftarkan atas nama saudaranya.

Ia menyampaikan, pihaknya tidak hanya mengirim laporan ke KPK, namun juga ke Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Inspektorat Jenderal Kemenkeu.

Baca juga: Saat Warganet Soroti Kekayaan Dirjen Bea Cukai yang Mencapai Rp 51,8 Miliar...

Harta kekayaan Rahmady Effendy Hutahaean

Merujuk laman elhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan Rahmady mencapai Rp 6.395.090.149.

Harta kekayaan Rahmady terdiri dari tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, dan harta lainnya.

Berikut rincian harta kekayaan Rahmady:

  1. Tanah dan bangunan:
    • Tanah dan bangunan seluas 110m2/54 m2 di Surakarta senilai Rp 200.000.000
    • Tanah dan bangunan seluas 304 m2/235 m2 di Semarang senilai Rp 700.000.000.
  2. Kendaraan:
    • Mobil Toyota Hardtop Jeep tahun 1981 senilai Rp 90.000.000
    • Motor Honda K1H02N14LO A/T tahun 2017 senilai Rp 8.000.000
    • Mobil Honda CRV tahun 2017 senilai Rp 245.000.000.
  3. Harta bergerak lainnya: Rp 3.284.000.000
  4. Surat berharga: Rp 520.000.000
  5. Kas dan setara kas: Rp 645.090.149
  6. Harta lainnya: Rp 703.000.000.

(Sumber: Kompas.com/Rully R Ramli | Editor: Erlangga Djumena)

Baca juga: Kasus yang Bikin Bea Cukai Disorot: Sepatu Impor hingga Alat Bantu SLB

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Beda Pandangan Timwas Haji DPR dan Kemenag soal Kuota Tambahan Haji Plus 2024

Beda Pandangan Timwas Haji DPR dan Kemenag soal Kuota Tambahan Haji Plus 2024

Tren
Kucing Langka Lynx Iberia Tak Lagi Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

Kucing Langka Lynx Iberia Tak Lagi Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

Tren
Cara Mengurus KTP Hilang secara Online dan Offline, Tak Perlu Surat Pengantar

Cara Mengurus KTP Hilang secara Online dan Offline, Tak Perlu Surat Pengantar

Tren
Jadwal, Link, dan Daftar PTN yang Buka Ujian Mandiri Online

Jadwal, Link, dan Daftar PTN yang Buka Ujian Mandiri Online

Tren
Profil Tanri Abeng, Mantan Menteri Era Soeharto-Habibie yang Meninggal Dunia

Profil Tanri Abeng, Mantan Menteri Era Soeharto-Habibie yang Meninggal Dunia

Tren
Benarkah Kedaluwarsa Kosmetik yang Sudah Dibuka Menyesuaikan PAO? Ini Kata BPOM

Benarkah Kedaluwarsa Kosmetik yang Sudah Dibuka Menyesuaikan PAO? Ini Kata BPOM

Tren
Ibu Hamil Disebut Perlu Hindari Makanan Laut agar Anak Tidak Autis, Ini Kata Ahli

Ibu Hamil Disebut Perlu Hindari Makanan Laut agar Anak Tidak Autis, Ini Kata Ahli

Tren
Bolehkah Bayar Tol Pakai Kartu e-Toll Pengendara Lain? Ini Kata Jasa Marga

Bolehkah Bayar Tol Pakai Kartu e-Toll Pengendara Lain? Ini Kata Jasa Marga

Tren
Bantu Kontrol Gula Darah, Kenali 4 Efek Samping Kulit Manggis

Bantu Kontrol Gula Darah, Kenali 4 Efek Samping Kulit Manggis

Tren
Kenisbian Semantika Lagi dan Sedang

Kenisbian Semantika Lagi dan Sedang

Tren
7 Hal yang Akan Terjadi pada Tubuh jika Minum Teh Tawar Setiap Hari

7 Hal yang Akan Terjadi pada Tubuh jika Minum Teh Tawar Setiap Hari

Tren
Rekrutmen KAI Dibuka Hari Ini, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Rekrutmen KAI Dibuka Hari Ini, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Tren
BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 Juni 2024

BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Harga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 Juli | Alasan Pagi Hari Dingin Saat Musim Kemarau

[POPULER TREN] Harga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 Juli | Alasan Pagi Hari Dingin Saat Musim Kemarau

Tren
Catat, 34 Jalan Ditutup saat Jakarta International Marathon 2024, Mana Saja?

Catat, 34 Jalan Ditutup saat Jakarta International Marathon 2024, Mana Saja?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com