Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

La Nina Diprediksi Muncul Juni, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Kompas.com - 29/05/2024, 09:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Kelautan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau NOOA memperkirakan El Nino akan menghilang pada Juni 2024 dan digantikan langsung dengan La Nina

La Nina adalah fenomena suhu muka laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah yang mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Akibatnya, fenomena tersebut akan mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengonfirmasi, El Nino mulai netral terhitung sejak Juli-Agustus-September 2024.

"Juli-Agustus-September 2024 ENSO netral disebut akan beralih menuju fase La Nina lemah yang akan bertahan hingga akhir tahun 2024," terang dia, dalam konferensi pers BMKG, Selasa (28/5/2024).

Hasil monitoring BMKG menunjukkan, anomali suhu muka laut di Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) netral dengan indeks +0,51. Anomali suhu muka laut di Nino 3,4 menunjukkan ENSO fase netral dengan indeks +0,22.

"Kondisi IOD positif berlangsung hingga September 2024. Sementara itu, ENSO diprediksi bertahan netral pada Mei-Juli 2024," jelas Dwikorita.

Lantas apa dampak La Nina di Indonesia?

Baca juga: La Nina Berpotensi Tingkatkan Curah Hujan di Indonesia, Kapan Terjadi?

Dampak La Nina di Indonesia

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, La Nina diperkirakan mulai terjadi pada Juli 2024. Tahun ini fenomena La Nina tidak diikuti dengan El Nino.

"La Nina tahun ini diprediksi akan terjadi kategori La Nina lemah," terangnya.

Ia menerangkan, fenomena La Nina yang terjadi dalam kategori lemah itu tidak berdampak terhadap musim kemarau yang mulai terjadi di sebagian wilayah di Indonesia.

Sehingga pihaknya berpesan, sebelum La Nina datang yang perlu segera diwaspadai adalah dampak ringan yang hadir pada saat musim kemarau dalam waktu beberapa bulan ke depan. 

Sementara itu, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan peringatan kemungkinan terjadinya badai berbahaya karena pergantian dari fenomena El Nino ke La Nina.

Juru bicara WMO Clare Nullis mengatakan, perkembangan peristiwa La NIna diperkirakan akan memicu musim badan yang sangat aktif.

Oleh sebab itu, dunia diharapkan bersiap karena musim badai kali ini dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

"Hanya diperlukan satu kali badai untuk menghambat pembangunan sosio-ekonomi selama bertahun-tahun," terangnya, dikutip dari WMO.

Ada kemungkinan 49 persen bahwa La Nina akan berkembang selama periode Juni-Agustus dan meningkat menjadi 69 persen pada Juli hingga September.

Baca juga: El Nino Diprediksi Berakhir Juli 2024, Apakah Akan Digantikan La Nina?

Halaman:

Terkini Lainnya

Ada 'Strawberry Moon' di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Ada "Strawberry Moon" di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Tren
Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Tren
Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Tren
Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Tren
Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Tren
Manfaat 'Torpedo Kambing' bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Manfaat "Torpedo Kambing" bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Tren
Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Tren
Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Tren
Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Tren
Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Tren
Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Tren
Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Tren
Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Tren
Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Tren
Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Batal Naik, Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2024 Dikenakan UKT Tahun Lalu

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com