Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Mayat Dalam Toren di Tangsel, Warga Mengaku Dengar Keributan

Kompas.com - 29/05/2024, 21:00 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penemuan mayat pria membusuk di dalam toren belakang rumah warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (27/5/2024) menggegerkan warga. 

Pemilik rumah yang curiga dengan bau busuk membuka toren penyimpanan air dan menemukan mayat, sore hari pukul 17.30 WIB.

Pemilik rumah Sutrisno (46) awalnya mencium bau tak sedap dari air yang bersumber pada toren miliknya sehari sebelumnya. 

Ia kemudian mengecek toren tersebut bersama dengan ayah mertuanya, dan menemukan adanya mayat yang membusuk di dalamnya.

Berikut sejumlah fakta penemuan mayat di dalam toren warga di Pondok Aren, Tangerang Selatan:

Baca juga: Kronologi Mayat Dalam Toren Air di Tangsel, Diduga Tetangga Sendiri


1. Korban tewas merupakan tetangga, dikenali dari tatonya

Saat pertama kali ditemukan, mayat pria dalam toren sudah dalam keadaan membusuk. Identitas jenazah yang belakangan diketahui bernama bernama Devi Karmawan (27) dikenali berkat tato di punggungnya bertuliskan "Devoy".

Devi merupakan tetangga Sutrisno yang rumahnya hanya berjarak 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, Sutrisno mengaku mengetahui identitas korban dari pengumuman berita duka cita yang disampaikan melalui pengeras suara masjid setempat.

“Baru banget tadi diumumkan di masjid,” ujar Sutrisno dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/5/2024).

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tangerang Selatan AKP Agil mengatakan, saat ini jasad Devi sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi.

2. Sebelum ditemukan meninggal, korban pamit beli kopi

Ibunda Devi, Darmiyati (55) mengatakan, dua hari sebelum mayat Devi ditemukan di dalam toren milik Sutrisno, anaknya sempat berpamitan keluar rumah.

Saat itu, Devi mengaku hendak membeli kopi pada Sabtu (25/5/2024) malam.

“Malam minggu masih ngobrol sama saya, di dalam rumah sini. Terus, dia pamit, mau beli kopi,” kata Darmiyati. 

Tak hanya itu, ia mengatakan, sebelum pergi membeli kopi, anaknya juga sempat meminta dikerok punggungnya lantaran mengeluh tidak enak badan.

3. Korban masih hidup saat tenggelam di toren

Di sisi lain, Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Brigjen Pol Hariyanto mengatakan, dari hasil otopsi diketahui, korban diduga masih dalam keadaan hidup saat terendam air di dalam toren Sutrisno.

“Saat terendam atau tenggelam di air, kondisi masih hidup,” kata Hariyanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (28/5/2024).

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com