Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Lagi Menjadi Sebuah Planet, Berikut 6 Fakta Menarik tentang Pluto

Kompas.com - 29/05/2024, 17:00 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Pluto merupakan planet kerdil yang terletak di Sabuk Kuiper. Ini adalah area yang penuh dengan benda-benda es dan planet kerdil lainnya di tepi tata surya.

Sebagaimana diketahui, awalnya terdapat sembilan planet di sistem tata surya, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.

Namun sejak 2006, Pluto dihapus dari daftar tersebut, sehingga saat ini hanya tersisa delapan planet yang ada di tata surya.

Pluto tidak lagi disebut sebagai sebuah planet, melainkan dikategorikan sebagai dwarf planet atau planet kerdil.

Planet kerdil adalah benda langit yang mengorbit mengelilingi Matahari, dan bisa disebut hampir menyerupai planet.

Baca juga: Parade 6 Planet Berbaris Sejajar 3-4 Juni 2024, Bisakah Dilihat dari Indonesia?


Berikut beberapa fakta menarik dari Pluto yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Ditemukan pada tahun 1930

Dikutip dari laman Britannica, astronom Amerika Serikat, Clyde Tombaugh, disebut sebagai orang pertama yang menemukan Pluto pada 1930.

Tombaugh mengambil banyak foto wilayah langit tempat perkiraan proyek pencarian Planet X berada. Tombaugh menemukan Pluto pada dua lempeng yang diambil pada bulan Januari 1930.

2. Pemberian nama Pluto

Penemuan Pluto diumumkan pada 13 Maret 1930. Mantan kepala Perpustakaan Bodleian di Universitas Oxford, Falconer Madan, membacakan berita tersebut kepada putrinya Ethel dan Venetia.

Venetia menyarankan nama Pluto, dewa dunia bawah Romawi. Madan menghubungi astronom Herbert Hall Turner untuk mengusulkan nama tersebut ke Universitas Lowell.

Baca juga: Bukan Pluto, Ilmuwan Temukan Bukti Baru Adanya Planet Kesembilan dalam Tata Surya

3. Pluto kehilangan status planet

Pada Agustus 2006, International Astronomical Union (IAU) menurunkan status Pluto dari planet menjadi dwarf planet (planet kerdil).

Status Pluto dihapus sebagai sebuah planet karena tidak memenuhi satu dari tiga kriteria dari definisi sebuah planet.

4. Awalnya dikira berukuran raksasa

Dilansir dari laman Space.com, ketika Pluto ditemukan pertama kali oleh Clyde Tombaugh pada 1930), ia diyakini lebih besar dari Merkurius dan mungkin lebih besar dari Bumi.

Faktanya, Pluto merupakan planet terkecil (sebelum statusnya dihapus) dengan lebar lebarnya sekitar 2.352 kilometer, kurang dari 20 persen ukuran planet Bumi.

Baca juga: Alasan Pluto Dikeluarkan dari Daftar Planet Tata Surya, Mengapa?

5. Memiliki orbit yang aneh

Pluto memiliki orbit yang sangat elips dan tidak sejajar dengan delapan orbit planet resmi. Ia mengelilingi Matahari pada jarak 5,87 miliar kilometer dalam waktu 248 tahun.

Orbitnya yang aneh berarti, selama beberapa tahun, membuat orbit Pluto tumpang tindih dengan orbit Neptunus. Hal ini membuat Pluto lebih dekat ke Bumi dibandingkan Neptunus.

6. Sangat dingin

Karena letaknya yang jauh dari matahari, Pluto menjadi salah satu tempat terdingin di tata surya, dengan suhu permukaan berkisar minus 225 derajat Celsius.

Para ilmuwan memperkirakan planet kerdil ini terdiri dari sekitar 70 persen batuan dan 30 persen es. Di mana permukaannya sebagian besar ditutupi oleh es nitrogen.

Baca juga: Apakah Pluto adalah Sebuah Planet? Berikut Penjelasannya

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com