Kompas.com - 28/10/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan industri menyebabkan suhu global meningkat. Ancaman perubahan iklim semakin nyata. SHUTTERSTOCK/Victor LauerIlustrasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan industri menyebabkan suhu global meningkat. Ancaman perubahan iklim semakin nyata.

KOMPAS.com - Komunitas Peduli Krisis Iklim yang diinisiasi oleh masyarakat sipil, menyampaikan pesan dan mengajak Presiden Joko Widodo untuk bersama mencegah darurat emisi di Indonesia, yang jelas akan berisiko bahaya untuk masyarakat tanah air ini.

Komunitas Peduli Krisis Iklim adalah kelompok masyarakat sipil yang peduli terhadap penanggulangan ancaman krisis iklim

Komunitas ini bertujuan mendorong pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan akses masyarakat yang berkelanjutan terhadap hak-hak atas lingkungan. 

Baca juga: 184 Kota Ikonik di Dunia Diprediksi Tenggelam jika Suhu Bumi 3 Derajat Celcius

Bukti krisis iklim di Indonesia telah terjadi

Para pembicara dalam kesempatan itu sepakat mengatakan bahwa krisis iklim di depan mata.

Contohnya, sejak 2 tahun lalu cuaca ekstrem dan pandemi Covid-19 menjadi hantaman ganda bagi jutaan warga berbagai benua. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), 2020 menjadi satu dari tiga tahun terhangat yang pernah tercatat, meski La Nina yang dingin sedang berlangsung. 

Lebih dari 30 juta orang menyingkir akibat peristiwa bencana yang dipicu cuaca buruk. 

Sementara di Indonesia sendiri, sekitar 6,3 juta penduduk mengungsi karena terdampak bencana hidrometeorologi seperti hujan, banjir, atau tanah longsor. 

Suhu rata-rata global tahun lalu 1,2 derajat Celsius lebih tinggi ketimbang era pra-industri (1850–1900). 

Padahal, sesuai target bersama, dunia ingin menghindar dari kenaikan temperatur hingga 1,5 derajat Celsius sembari membidik Net Zero Emission (NZE) pada 2060 demi mengurangi dampak perubahan iklim.

Jika kenaikan temperatur atau suhu rata-rata bumi tidak bisa ditekan kenaikannya, atau pada kondisi terburuknya naik hingga mencapai 3 derajat Celsius, maka seperti hasil studi yang disampaikan oleh Climate Central menunjukkan ada sekitar 184 ikonik dunia yang diprediksi akan tenggelam.

Sepuluh di antaranya adalah:

  • Burj Khalifa (Uni Emirat Arab),
  • Gedung Opera Sydney (Australia),
  • Lalbagh Fort (Bangladesh),
  • Gereja St Nicholaos Piraeus (Yunani),
  • Pusat Luang Angkasa HR Macmillan (Kanada),
  • Musem Sains Kota Nagoya (Jepang),
  • Istana Perdamaian (Belanda),
  • Jalan Washingthon (Amerika Serikat),
  • Istana Buckhingham (Inggris Raya),
  • Pusat Kota Honolulu (Hawaii). 

Dalam konteks pencegahan meningkatkan suhu permukaan bumi yang erat berakitan dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca ini, Indonesia berperan penting untuk ikut mengerem peningkatan suhu bumi. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.