Kompas.com - 28/10/2021, 11:32 WIB
Peneliti utama Dr John Tang Ing Ching memeriksa kondom unisex di pabriknya di Sibu, Malaysia pada 19 Oktober 2021. Ini adalah kondom unisex yang diklaim pertama di dunia. Twin Catalyst/Handout Reuters via Strait TimesPeneliti utama Dr John Tang Ing Ching memeriksa kondom unisex di pabriknya di Sibu, Malaysia pada 19 Oktober 2021. Ini adalah kondom unisex yang diklaim pertama di dunia.

KOMPAS.com - Ginekolog asal Malaysia berhasil menciptakan kondom unisex pertama di dunia yang bisa dipakai pria dan wanita.

Untuk diketahui, ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita. Pada masa modern ini, hampir semua ginekolog juga merupakan ahli obstetrik.

Kondom unisex ini terbuat dari bahan medis poliuretan yang biasanya digunakan sebagai pembalut untuk merawat luka. Bentuk poliuretan sendiri transparan dan sangat tipis.

Dilansir dari Reuters, Kamis (28/10/2021), penemunya berharap kondom yang dinamai Wondaleaf Unisex mampu berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat untuk lebih mengontrol kesehatan seksual, terlepas dari jenis kelamin mereka.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Ejakulasi Dini, Salah Satunya Pakai Kondom

"Ini pada dasarnya adalah kondom biasa dengan penutup perekat," kata John Tang Ing Chinh, seorang ginekolog di perusahaan pemasok medis Twin Catalyst.

"Ini adalah kondom dengan penutup perekat yang menempel pada vagina atau penis, serta menutupi area yang berdekatan untuk perlindungan ekstra," kata Tang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tang menjelaskan, perekat itu ada di satu sisi kondom yang bisa dibalik dan digunakan oleh pria dan wanita.

Dalam satu kota Wondaleaf berisi dua kondom, dengan harga 14,99 ringgit (Rp 51.200). Harga rata-rata untuk selusin kondom di Malaysia adalah 20-40 ringgit.

Tang membuat kondom menggunakan poliuretan (polyurethane), bahan yang digunakan dalam pembalut luka transparan yang tipis dan fleksibel namun kuat dan tahan air.

"Ketika kondom ini dipakai, Anda mungkin tidak menyadari sedang memakainya," katanya, merujuk pada pembalut yang terbuat dari bahan tersebut.

Baca juga: Minum Pil KB tapi Kok Bisa Hamil? Ini Penyebabnya

Tang mengatakan, kondom Wondaleaf telah melalui beberapa kali penelitian dan uji klinis.

"Berdasarkan jumlah uji klinis yang telah kami lakukan, saya cukup optimis bahwa waktu yang kami habiskan sangat berarti bagi banyak metode kontrasepsi dan pencegahan penyakit menular seksual," kata Tang.

Pihaknya memperkirakan kondom tersebut tersedia di situs web perusahaan pada Desember ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.