Kompas.com - 14/05/2021, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Sejak Senin (10/5/2021), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan level varian B.1.617 yang pertama kali terdeteksi di India sebagai variant of concern atau varian yang diperhatikan dunia.

Level variant of concern ini naik dari sebelumnya variant of interest.

Dengan masuknya varian B.1.617 ke varian of concern, saat ini ada 4 varian Covid-19 yang diperhatikan WHO dan dunia, yakni:

  1. Varian B.1.1.7 yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan merupakan varian paling umum yang saat ini beredar di AS.
  2. Varian B.1.351 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.
  3. Varian P.1 yang pertama kali terdeteksi di Brasil.
  4. Varian B.1.617 yang menyebar luas di India dan memicu tsunami Covid-19 di negara itu.

Baca juga: WHO Klasifikasikan Virus B.1.617 India sebagai Variant of Concern, Ini Artinya

Dilansii CNBC International, Senin (10/5/2021), varian B.1.617 diklasifikasikan sebagai variant of concern karena terbukti varian tersebut menyebar lebih banyak dari virus asli dan punya risiko dapat menghindari virus.

Menanggapi tsunami Covid-19 di India, banyak negara menyumbangkan oksigen, vaksin, pasokan medis, dan menutup perbatasan ke negara terpadat kedua di dunia itu.

Penutupan wilayah mungkin sudah terlambat. Pasalnya, kemarin Kamis (13/5/2021) WHO mengumumkan bahwa varian B.1.617 sudah ditemukan di 49 negara yang tersebar di setiap benua.

"Dan karena hanya sekitar 0,1 persen sampel positif di India yang diurutkan secara genetik, mungkin ada varian yang muncul di sampel lain," kata Amita Gupta, wakil direktur Pusat Pendidikan Kesehatan Klinis Global Universitas Johns Hopkins, seperti dilansir Time, Rabu (12/5/2021).

Skala sebenarnya dari wabah Covid-19 di India tidak mungkin dihitung secara akurat.

Secara resmi, kasus harian yang dikonfirmasi stabil di bawah 400.000 tetapi tetap lebih tinggi daripada negara lain selama pandemi.

Para ahli memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih besar, dan mungkin masih meningkat dengan cepat saat virus merambah pedesaan India, tempat dua pertiga populasi tinggal dan di mana infrastruktur pengujian lemah.

Potongan gambar aliran warga berkumpul di aliran Sungai Gangga di mana puluhan mayat terlihat mengambang, pihak berwenang India telah memasang jaring untuk menangkap mayat diduga korban Covid-19, pada Rabu (12/4/2021).NDTV via TWITTER Potongan gambar aliran warga berkumpul di aliran Sungai Gangga di mana puluhan mayat terlihat mengambang, pihak berwenang India telah memasang jaring untuk menangkap mayat diduga korban Covid-19, pada Rabu (12/4/2021).

Halaman:
Sumber CNBC,Time
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.