Kompas.com - 13/05/2021, 17:02 WIB
Pasien positif Covid-19 berbaring di ruang aula yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 29 April 2021. TAUSEEF MUSTAFAPasien positif Covid-19 berbaring di ruang aula yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 29 April 2021.

KOMPAS.com - Sehari setelah menyatakan varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India, B.1.617, sebagai salah satu varian perhatian global atau variant of concern, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian ini sudah menyebar ke 49 negara.

Kekhawatiran baru badan kesehatan PBB tentang varian B.1.617 muncul ketika India mencatat 4.205 kematian Covid-19.

Rekor harian tersebut mendorong jumlah kematian akibat Covid-19 di negara Asia Selatan melewati angka 250.000.

Baca juga: Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Berdasarkan data yang dihimpun Worldmeters, Kamis (13/5/2021) siang, total infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di India lebih dari 23,7 juta. Pada Rabu (12/5/2021) Kementerian Kesehatan India melaporkan 348.421 kasus baru.

Dilansir VOA News, Kamis (13/5/2021), lonjakan infeksi baru di negara terpadat kedua di dunia itu telah menciptakan bencana kemanusiaan, dengan rumah sakit yang terisi penuh dan kekurangan oksigen untuk merawat pasien.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak berhenti sampai di situ, diciptakan sejumlah krematorium darurat yang bisa segera membakar orang mati.

Para ahli yakin angka korban sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka resmi, kemungkinan 5-10 kali lebih tinggi.

Situasi berubah menjadi meresahkan minggu ini setelah lebih dari 100 mayat ditemukan mengambang di Sungai Gangga.

Foto mayat mengambang di sungai memicu kemarahan dan spekulasi mereka meninggal karena Covid-19.

Pihak berwenang belum menentukan penyebab kematian mayat-mayat itu, tetapi beberapa ahli medis telah menyuarakan keprihatinan bahwa virus corona dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Sebut Akan Produksi 4 Juta Ivermectin Per Bulan, Bagaimana Potensinya untuk Covid?

Erick Thohir Sebut Akan Produksi 4 Juta Ivermectin Per Bulan, Bagaimana Potensinya untuk Covid?

Oh Begitu
Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit Kering dan Menebal

Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit Kering dan Menebal

Kita
Ini Kata Ahli tentang Minum Obat untuk Cegah Efek Samping Vaksin

Ini Kata Ahli tentang Minum Obat untuk Cegah Efek Samping Vaksin

Kita
Hewan Ini Diprediksi Bakal Selamat dari Perubahan Iklim, Kok Bisa?

Hewan Ini Diprediksi Bakal Selamat dari Perubahan Iklim, Kok Bisa?

Fenomena
6 Manfaat Brokoli, Sayur yang Termasuk Super Food

6 Manfaat Brokoli, Sayur yang Termasuk Super Food

Oh Begitu
Tak Hanya Varian Delta, Mutasi Virus Corona Lain Juga Mengkhawatirkan

Tak Hanya Varian Delta, Mutasi Virus Corona Lain Juga Mengkhawatirkan

Oh Begitu
Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PSBB Ketat, Bukan PPKM Mikro

Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PSBB Ketat, Bukan PPKM Mikro

Kita
Hiu Terus Berenang Sepanjang Hidup, Begini Cara Mereka Istirahat

Hiu Terus Berenang Sepanjang Hidup, Begini Cara Mereka Istirahat

Oh Begitu
Studi: Varian Alpha dan Beta Tidak Sebabkan Viral Load Virus Corona Tinggi

Studi: Varian Alpha dan Beta Tidak Sebabkan Viral Load Virus Corona Tinggi

Fenomena
Bumi Terjebak Panas pada Tingkat Mengkhawatirkan, Studi Ini Jelaskan

Bumi Terjebak Panas pada Tingkat Mengkhawatirkan, Studi Ini Jelaskan

Fenomena
LIPI Deteksi 44 Kasus Covid-19 Varian Delta dari Sampel Karawang

LIPI Deteksi 44 Kasus Covid-19 Varian Delta dari Sampel Karawang

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Tercapainya Herd Immunity di Indonesia Masih Sangat Jauh | Cara Membersihkan Ginjal

[POPULER SAINS] Tercapainya Herd Immunity di Indonesia Masih Sangat Jauh | Cara Membersihkan Ginjal

Oh Begitu
Meski Jarang Terjadi, Sindrom Peradangan Bisa Menyerang Orang Dewasa Pasca Covid-19

Meski Jarang Terjadi, Sindrom Peradangan Bisa Menyerang Orang Dewasa Pasca Covid-19

Oh Begitu
Bahan Alami untuk Mengembalikan Indera Penciuman

Bahan Alami untuk Mengembalikan Indera Penciuman

Oh Begitu
Peneliti Sebut Pola Makan Bisa Pengaruhi Risiko Covd-19 Gejala Parah

Peneliti Sebut Pola Makan Bisa Pengaruhi Risiko Covd-19 Gejala Parah

Oh Begitu
komentar
Close Ads X