Kompas.com - 13/05/2021, 13:01 WIB

KOMPAS.com - Viral di media sosial video mengenai kasir Indomaret dituntut mengembalikan uang pembayaran voucer game online senilai Rp 800.000.

Usut punya usut, pria dalam video tersebut protes karena kasir mengizinkan anaknya membeli voucer game seharga Rp 800.000.

"Kalau dia dewasa mau lepas tangan oke, tapi dia di bawah umur," kata orangtua di dalam video yang beredar.

Selain itu, pria tersebut juga menuding kasir Indomaret hanya mengejar untung tanpa memedulikan privasi pembeli.

"Beli game online anak di bawah umur kelas 6 SD. Berarti tidak ada menjaga privasi konsumen, hanya mencari keuntungan," ucap pria tersebut.

Baca juga: Viral, Video Orangtua Marahi Kasir Indomaret karena Anaknya Beli Voucher Game Online Rp 800.000

Kecanduan game

Terlepas dari kasus tersebut, apakah hobi main game bisa menjadi kecanduan dan pada titik seperti apa disebut kecanduan?

Pada 18 Juni 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan kecanduan game atau game disorder sebagai gangguan mental.

Hal ini setelah WHO menambahkan kecanduan game ke dalam versi terbaru International Classification of Diseases (ICD), Senin (18/6/2018).

ICD merupakan sistem yang berisi daftar penyakit berikut gejala, tanda, dan penyebab yang dikeluarkan WHO.

Berkaitan dengan kecanduan game, WHO memasukkannya ke daftar "disorders due to addictive behavior" atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.