Kompas.com - 09/05/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi vaksin Sinopharm yang diproduksi perusahaan farmasi China. SHUTTERSTOCK/Steve HeapIlustrasi vaksin Sinopharm yang diproduksi perusahaan farmasi China.

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengumumkan pada Jumat (7/5/2021) bahwa WHO mengizinkan penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinopharm China.

Ini adalah vaksin non-Barat pertama yang mendapatkan persetujuan penggunaan darurat WHO.

"Sore ini, WHO memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 Beijing (China) Sinopharm, menjadikannya vaksin keenam yang menerima validasi WHO untuk keamanan, kemanjuran, dan kualitas," kata Ghebreysus seperti diberitakan Deutsch Welle, Sabtu (8/5/2021).

WHO telah memberikan izin penggunaan darurat serupa ke vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh BioNTech-Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna.

Baca juga: Soal Data Vaksin Covid-19 Sinopharm, Kepercayaan WHO Sangat Rendah

Pertanyaan tentang data Sinopharm dan keputusan WHO

Sampai saat ini, Sinopharm hanya mempublikasikan sedikit data, hanya menerbitkan apa yang dikatakannya sebagai angka kemanjuran untuk dua suntikan vaksinnya, satu dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing dan yang lainnya oleh Institut Produk Biologi Wuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah dokumen yang ditinjau oleh kantor berita Reuters, bagaimanapun, menunjukkan bahwa Kelompok Penasihat Strategis Ahli, atau SAGE, kelompok ahli WHO yang terpisah, menyuarakan keprihatinan minggu ini atas data Sinopharm tentang risiko efek samping yang serius pada beberapa pasien setelah menerima vaksin tetapi mengatakan yakin dengan kemampuan vaksin untuk mencegah penyakit.

Minimnya data yang dirilis secara internasional membuat keefektifan vaksin dari China dipertanyakan.

Kendati demikian regulator kesehatan di sejumlah negara seperti Afrika, Amerika Latin, dan Asia telah menyetujui vaksin Sinopharm untuk penggunaan darurat.

Sejauh ini, China telah mendistribusikan sekitar 65 juta dosis vaksin Sinopharm dan lebih dari 200 juta dosis Sinovac, terutama ke negara-negara yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan vaksin yang dikembangkan di Barat, khususnya di Afrika, Amerika Latin, dan Asia.

Dilansir BBC, Sabtu (8/5/2021), pada akhirnya WHO memvalidasi keamanan, kemanjuran, dan kualitas jab Sinopharm yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU), pada 3 Juli 2020.AFP PHOTO/POOL/FABRICE COFFRINI Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU), pada 3 Juli 2020.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X