Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jepang Luncurkan Popok Daur Ulang Pertama di Dunia

Kompas.com - 25/04/2024, 17:41 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Sebuah perusahaan Jepang telah meluncurkan popok daur ulang pertama di dunia. Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam produk anak yang berkelanjutan dan menjanjikan pengurangan limbah secara drastis, sekaligus menghilangkan dampak buruk popok terhadap lingkungan.

Popok dan masalah lingkungan

Popok sekali pakai telah menjadi bagian penting dari pola asuh modern. Namun, jejak lingkungan penggunaan popok sekali pakai sangat besar.

Setiap tahun, jutaan ton popok sekali pakai dibuang ke tempat pembuangan sampah di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja, diperkirakan 20 miliar popok sekali pakai dibuang setiap tahunnya, sehingga menghasilkan lebih dari 3,5 juta ton sampah.

Polusi dari popok sekali pakai sangat parah karena ketahanannya. Sebagian besar terbuat dari plastik dan polimer penyerap super, bahan yang dirancang agar tahan lama. Akibatnya, satu popok sekali pakai membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai.

Dalam waktu yang selama itu, bahan kimia dan plastik tetap berada di lingkungan, sehingga menimbulkan potensi risiko terhadap kualitas tanah dan air.

Baca juga: Ilmuwan Daur Ulang Popok 200 Kali Lebih Cepat Dengan Cahaya

Selain itu, popok tentu menyimpan kotoran. Setiap popok berisi kotoran manusia. Jika dibuang ke tempat pembuangan sampah, campuran ini dapat berkontribusi terhadap penyebaran patogen dan kontaminan di lingkungan.

Tak hsnya itu, keberadaan kotoran mempersulit potensi daur ulang bahan-bahan tersebut, sehingga hanya menyisakan sedikit pilihan selain di tempat pembuangan sampah karena bahan-bahan tersebut akan tertinggal dan mencemari selama ratusan tahun.

Bisakah mendaur ulang popok?

Proses kompleks daur ulang popok melibatkan sterilisasi, pemutihan, dan penghilang bau pada popok bekas.

Pada tahap pertama, popok sekali pakai bekas yang kotor dikeringkan, dihancurkan kecil-kecil, dicuci, dan dipisahkan bahannya. Masih terdapat kotoran dan bau pada tahap ini, namun ampas yang diambil dari popok sekali pakai harus melalui proses ozon (sterilisasi, pemutihan, dan penghilang bau).

Bahan tersebut dikembalikan ke kondisi aman dan bersih, yang kemudian digunakan kembali untuk membuat popok sekali pakai yang baru.

Baca juga: Jepang dan NASA Sediakan Mobil untuk Astronot Menjelajah di Bulan

Pihak produsen mengatakan mereka telah menguji produk tersebut sebelumnya dan baru-baru ini telah mendapat semua persetujuan yang diperlukan untuk dipasarkan.

Daur ulang horizontal memiliki keuntungan karena memungkinkan sumber daya yang sama digunakan berulang kali. Popok sekali pakai sebagian besar terbuat dari pulp kayu, polimer yang terbuat dari sumber daya minyak bumi, dan plastik.

Di samping itu, untuk memitigasi dampak lingkungan dari popok sekali pakai, diperlukan intervensi kebijakan dan tindakan konsumen. Misalnya, subsidi untuk popok kain atau penyediaan layanan pencucian komunal dapat membantu mengurangi hambatan dalam memilih opsi yang lebih ramah lingkungan. Namun, secara realistis, produk-produk ini tidak sebaik produk sekali pakai.

Dengan demikian, pengenalan popok daur ulang ini dapat menandai perubahan penting dalam pendekatan terhadap popok berkelanjutan, dan produk rumah tangga berkelanjutan secara umum.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com