Kompas.com - 08/05/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi layanan kesehatan online untuk optimalisasi dan pencegahan penyakit tidak menular fizkesIlustrasi layanan kesehatan online untuk optimalisasi dan pencegahan penyakit tidak menular

KOMPAS.com - Philips baru saja meluncurkan penelitian Indeks Kesehatan Masa Depan (Future Health Index atau FHI).

Laporan ini mengukur kesiapan global dalam mengatasi tantangan kesehatan dan membangun sistem kesehatan yang efektif dan efisien selama tiga tahun ke depan.

Secara total, ada 3.000 responden dari kalangan pimpinan dan pengambil keputusan di bidang kesehatan di 14 negara, yang disurvei untuk mengetahui prioritas kesehatan mereka.

14 negara itu adalah Australia, Brazil, China, Perancis, Jerman, India, Italia, Belanda, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.

Hasilnya mengungkapkan bahwa mayoritas responden meyakini bahwa rumah sakit, fasilitas kesehatan dan sistem kesehatan di negara mereka secara umum telah menunjukkan resiliensi dalam setahun terakhir.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, resiliensi di sini merujuk pada kemampuan untuk cepat bangkit dari tantangan.

Lalu, dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, hampir dua per tiga (64 persen) pemimpin di bidang kesehatan masih memprioritaskan investasi di bidang telemedis atau layanan kesehatan jarak jauh dengan bantuan teknologi.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang menjadi hambatan dalam digitalisasi layanan kesehatan.

Dipaparkan oleh Caroline Clarke, Market Leader, Philips ASEAN Pacific dalam media briefing, Rabu (5/5/2021); kurangnya pengalaman tenaga kesehatan dalam penggunaan teknologi telehealth adalah hambatan utama yang disebutkan oleh para pemimpin kesehatan di negara-negara Asia-Pasifik.

Hambatan kedua adalah kurangnya sumber daya manusia itu sendiri. Namun, di saat yang sama hanya 15 persen responden yang menyebutkan kekurangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Baca juga: Telemedisin, Inovasi Teknologi di Masa Pandemi Covid-19 Mudahkan Layanan Kesehatan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X