Kompas.com - 08/05/2021, 16:02 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021) AP PHOTO/GUO WENBINDalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021)


KOMPAS.com- Puing-puing roket Long March milik China diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada pekan ini. Menurut pusat penelitian dan pengembangan ruang angkasa, kemungkinan roket China akan jatuh ke Bumi pada Sabtu (8/5/2021) atau Minggu (9/5/2021).

Dilansir dari Reuters, Sabtu (8/5/2021), Kementerian luar negeri China mengatakan pada Jumat, (7/5/2021), sebagian besar puing-puing roket ini akan terbakar saat melewati atmosfer Bumi.

Sehingga, menurut mereka, tidak mungkin akan menyebabkan kerusakan, setelah militer Amerika Serikat mengatakan bahwa kemungkinan saat puing-puing roket Long March ini jatuh akan tidak terkendali.

Dalam tweet yang dikirim pada Jumat malam di Amerika Serikat, Aerospace Corporation mengatakan bahwa prediksi terbaru saat badan roket Long March kembali ke Bumi, oleh Center for Orbital Reentry and Debris Studies (CORDS) adalah selama delapan jam, yang diperkirakan akan jatuh pada hari Minggu.

Baca juga: Sampah Roket China Jatuh di Kalteng, Kenapa Lapan Tak Beri Peringatan?

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prediksi informasi terbaru CORDS tentang lokasi masuknya kembali badan roket China itu ke Bumi, diperkirakan di dekat Pulau Utara Selandia Baru.

Akan tetapi, mereka mencatat bahwa kemungkinan badan roket dapat jatuh di mana saja di sepanjang jalur yang mencakup sebagian besar dunia.

Roket Long March 5B terdiri dari satu tahap inti dan empat penguat. Roket ini lepas landas dari pulau Hainan, China pada 29 April lalu, dengan modul Tianhe tak berawak, yang akan menjadi tempat tinggal stasiun luar angkasa permanen milik China.

Roket Long March 5 telah menjadi bagian integral dari ambisi luar angkasa jangka pendek China, yang dimulai dengan pengiriman modul dan awak stasiun luar angkasa yang direncanakan untuk memulai misi peluncuran wahana antariksa ke Bulan dan Mars.

Baca juga: Sedang Wabah Virus Corona, China Tetap Luncurkan Roket ke Luar Angkasa

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X