PSBB Jakarta Akan Berakhir, Siapkah New Normal Awal Juni?

Kompas.com - 29/05/2020, 12:03 WIB
bPembeli menggunakan masker saat melakukan pembayaran dari balik plastik pembatas di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020).  Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGbPembeli menggunakan masker saat melakukan pembayaran dari balik plastik pembatas di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang.

KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) untuk mengatasi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta sudah memasuki penghujung periode ketiga pada 4 Juni 2020 nanti.

Bersamaan dengan itu, isu new normal atau kenormalan baru juga digaungkan akan dilaksanakan mulai awal Juni, tepatnya pada rancangan timeline yang sudah beredar luas adalah tanggal 5 Juni 2020.

New normal, bukan hanya sekadar membuka sarana atau fasilitas publik, perkantoran, industri, sekolah dan lain sebagainya.

Namun terpenting adalah kesiapan perilaku setiap individu masyarakat yang akan menjalankan aktivitas seperti biasa di luar rumah, meski virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 belum hilang sepenuhnya.

Baca juga: Siapkah Indonesia untuk New Normal?

Sudah siapkah DKI Jakarta melaksanakan membuka ruang publik untuk new normal?

Menanggapi hal ini, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH angkat bicara.

Menurut Panji, DKI Jakarta masih belum siap untuk melakukan kondisi new normal dengan membuka ruang publik dalam waktu dekat ini.

"Kalau melihat data-data yang ditampilkan di website Corona Jakarta, rasanya belum waktunya (buka ruang publik)," kata Panji kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Mengenai kapan waktunya diberlakukan new normal di Jakarta dan wilayah lainnya, hal ini baru bisa diputuskan setelah analisis epidemiologi terkait Covid-19 selesai.

"Kembali sih, keputusan membuka ruang publik, atau masuk ke new normal itu harus dilakukan dengan pertimbangan matang yang memperhatikan risiko penularan Covid-19," ujar Panji.

Senada dengan Panji, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengungkap bahwa pemberlakuan pembukaan ruang publik untuk membiasakan masyarakat hidup normal yang baru harus melihat hasil evaluasi kasus periode akhir ini.

"Lihat data evaluasi nanti, ruang publik sebaiknya boleh dibuka atau tidak," kata Pandu saat dihubungi terpisah.

Pasalnya, jika hasil evaluasi belum memenuhi syarat dan pembukaan ruang publik tetap diberlakukan, itu bisa menjadi sumber masalah baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik, Kandidat Vaksin Corona Moderna Aman Diujikan pada Manusia

Kabar Baik, Kandidat Vaksin Corona Moderna Aman Diujikan pada Manusia

Fenomena
9 Kota Indonesia Tak Bisa Saksikan Matahari di Atas Ka'bah, Ini Daftarnya

9 Kota Indonesia Tak Bisa Saksikan Matahari di Atas Ka'bah, Ini Daftarnya

Fenomena
WMO Prediksikan Suhu Udara Naik 1,5 Derajat Celsius Selama 5 Tahun Mendatang

WMO Prediksikan Suhu Udara Naik 1,5 Derajat Celsius Selama 5 Tahun Mendatang

Fenomena
Kandidat Vaksin Corona Buatan Ilmuwan Queensland Diuji Coba ke Manusia

Kandidat Vaksin Corona Buatan Ilmuwan Queensland Diuji Coba ke Manusia

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Waktunya Cek Arah Kiblat agar Akurat

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Waktunya Cek Arah Kiblat agar Akurat

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Fenomena
Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Fenomena
WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

Oh Begitu
Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Oh Begitu
Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
komentar
Close Ads X