Kompas.com - 29/05/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi sampah plastik yang mendominasi tempat pembuangan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi sampah plastik yang mendominasi tempat pembuangan.

KOMPAS.com – Di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan kerja dari rumah (work from home/WFH), tak sedikit warga yang lebih memilih untuk belanja online dibandingkan datang ke supermarket atau pasar tradisional.

Pemerintah memang mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Namun, belanja online dan layanan antar jemput (delivery) makanan rupanya menyumbang sampah plastik yang tidak sedikit.

Bahkan di kawasan Jabodetabek, jumlah sampah plastik dari bungkus paket mengungguli jumlah sampah plastik dari kemasan.

Baca juga: Studi: Jumlah Sampah Plastik Meningkat Sepanjang WFH dan PSBB

Studi tersebut dilakukan oleh oleh Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI dengan judul ‘Dampak PSBB dan WFH Terhadap Sampah Plastik di Kawasan Jabodetabek’. Penelitian dilakukan melalui survei online pada 20 April – 5 Mei 2020.

Hasil survei menunjukkan bahwa terdapat peningkatan warga Jabodetabek dalam melakukan belanja online. Dari yang sebelumnya hanya 1-5 kali dalam sebulan, selama PSBB dan WFH menjadi 1-10 kali dalam sebulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Survei ini kami lakukan secara nasional, terutama di enam provinsi dengan kasus Covid-19 dan penggunaan layanan pengantaran yang relatif tinggi seperti di Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat,” tutur Intan Suci Nurhati Ph.D dari oleh Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Tangerang Sumbang Sampah Plastik Terbanyak di Jabodetabek

Sebanyak 96 persen paket dibungkus dengan plastik yang tebal ditambah bubble wrap. Selotip, bungkus plastik, dan bubble wrap merupakan pembungkus berbahan plastik yang paling sering ditemukan.

Ilustrasi bubble wrapSHUTTERSTOCK Ilustrasi bubble wrap

Tips belanja online ramah lingkungan

Intan menyebutkan setidaknya ada enam tips belanja online yang ramah lingkungan.

1. Mendukung penjual dan produk tanpa pembungkus plastik
2. Meminta penjual untuk mengurangi pembungkus plastik
3. Membeli barang dalam kemasan besar, atau satukan belanjaan dalam satu pembelian/ satu tas
4. Manfaatkan kembali pembungkus plastik setelah dibersihkan
5. Pilah sampah plastik untuk didaur ulang
6. Membeli barang dari lokasi yang lebih dekat, agar mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bagaimana dengan penjual? Intan menyebutkan, saat ini segelintir penjual sudah berinisiasi untuk mengirimkan produk mereka dengan pembungkus non-plastik seperti kardus, kertas, plastik biodegradable, dan sebagainya.

Baca juga: Indonesia Bebas Sampah Plastik, Harus Dimulai dari Produsen

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X