Gempa Hari Ini: Gempa Dangkal M 4,9 Guncang Enggano Bengkulu

Kompas.com - 28/05/2020, 16:18 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi


KOMPAS.com- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 4,9 mengguncang wilayah Enggano Bengkulu, pukul 08.40 WIB pada Kamis (28/5/2020).

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 5,92 LS - 102,93 BT.

Kepala Stasiun Geofisika Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya SSi mengatakan lokasi tepatnya gempa bumi tersebut ada di laut pada jarak 97 kilometer Tenggara Enggano Bengkulu, pada kedalaman 47 kilometer.

"Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal," kata Tony dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Viral Suara Dentuman di Jawa Tengah, BMKG Sebut Bukan dari Gempa Bumi

Gempa bumi dangkal yang terjadi itu diakibatkan oleh aktivitas zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menyelusup menuju ke bawah lpeng Eurasia.

Gempa bumi bermagnitudo M 4,9 di Bengkulu ini digambarkan oleh peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG dan berdasarkan laporan masyarakat, dampak getarannya di rasakan di Liwa dengan intensitas I-II MMI.

"Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," ujar dia.

Selain itu, meski guncangan gempa bumi yang terjadi berpusat di laut, tetapi dari hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Baca juga: Gempa Hari Ini: Dipicu Sesar Muria, Kudus Diguncang Gempa Tektonik

Terkait gempa bumi susulan, hasil monitoring BMKG hingga pukul 08.57 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Menanggapi gempa bumi di Bengkulu ini, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Oh Begitu
Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Sore Ini Matahari di Atas Kabah, Kenapa Terjadi 2 Kali dalam Setahun?

Fenomena
Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Gempa Hari Ini : M 5,8 Guncang Laut Flores, Terasa Hingga Denpasar

Fenomena
WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Penanganan Covid-19, Ini Dampaknya

Oh Begitu
Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Oh Begitu
Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X