Gedung Apartemen Runtuh di Perancis, 1 Tewas, 2 Orang Belum Ditemukan

Kompas.com - 07/12/2021, 18:21 WIB
Petugas pemadam kebakaran dan petugas penyelamat berdiri di sebuah gedung tempat tinggal tiga lantai setelah runtuh diduga akibat ledakan gas di kota pantai Mediterania Sanary-sur-Mer, Perancis, Selasa (7/11/20210). (AP Photo/Daniel Cole) Daniel ColePetugas pemadam kebakaran dan petugas penyelamat berdiri di sebuah gedung tempat tinggal tiga lantai setelah runtuh diduga akibat ledakan gas di kota pantai Mediterania Sanary-sur-Mer, Perancis, Selasa (7/11/20210). (AP Photo/Daniel Cole)

SANARY-SUR-MER, KOMPAS.com - Pekerja penyelamat di Perancis pada Selasa (7/12/2021) menemukan mayat seorang pria dari puing-puing sebuah bangunan apartemen yang hancur diduga akibat ledakan gas pada Senin (6/12/2021) malam.

Para pekerja penyelamat kini tengah berusaha menemukan dua orang lainnya yang masih hilang setelah berhasil mengeluarkan seorang wanita dan bayi hidup-hidup.

Bersama tiga orang lain, wanita dan bayinya itu ditemukan dalam kondisi luka-luka akibat ledakan yang terjadi di kota pantai Mediterania Sanary-sur-Mer itu.

Baca juga: Perancis Evakuasi 300 Orang Lebih dari Afghanistan

Sanary-sur-Mer atau yang lebih populer dikenal sebagai Sanary adalah sebuah komune di departemen Var di region Provence-Alpes-Côte d'Azur, Perancis Tenggara.

Sanary-sur-Mer terletak di pesisir Provence di Laut Mediterania, 13 km barat Toulon dan 49 km tenggara Marseille.

"Kemungkinan besar korban (yang meninggal dunia) adalah ayah dari bayi tersebut," kata Houda Vernhet, direktur otoritas regional pemerintah untuk wilayah Var kepada AFP, Selasa.

Var adalah sebuah departemen di region Provence Alpes Cote d’Azur.

Menurut Vernhet, pria itu tidak sadarkan diri ketika ditemukan dan dinyatakan meninggal setelah petugas penyelamat menghabiskan lebih dari dua jam mengeluarkannya dari reruntuhan gedung tiga lantai tersebut.

Dia menyebut, dua orang yang masih hilang adalah seorang ibu tua dan putranya yang tinggal di lantai dasar.

Kolonel Eric Grohin, Direktur Dinas Pemadam Kebakaran untuk departemen Var, menyatakan hingga Selasa sore, pihaknya belum menemukan tanda-tanda kehidupan dari puing-puing.

Baca juga: 100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

Pihak berwenang mengatakan petugas penyelamat mencium bau gas ketika mereka tiba di lokasi.

"Penyebabnya belum diketahui secara pasti untuk saat ini. Ada bau gas, tapi kami tidak bisa mengatakan apa-apa lagi saat penyelidikan polisi sedang berlangsung," kata otoritas regional dalam sebuah pernyataan.

Dua bangunan yang berdekatan juga rusak berat dalam ledakan yang terjadi di pelabuhan di Sanary, sebuah kota berpenduduk sekitar 15.000 orang ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipecat karena Punya Suara Keras, Dosen Universitas di Inggris Ini Protes

Dipecat karena Punya Suara Keras, Dosen Universitas di Inggris Ini Protes

Global
Wanita Arab Saudi Berhasil Melahirkan 10 Bayi Kembar Secara Alami

Wanita Arab Saudi Berhasil Melahirkan 10 Bayi Kembar Secara Alami

Global
Rusia Tumpuk Pasukan di Perbatasan Ukraina, NATO Diminta Kirim Lebih Banyak Senjata

Rusia Tumpuk Pasukan di Perbatasan Ukraina, NATO Diminta Kirim Lebih Banyak Senjata

Global
Upaya Pengiriman Bantuan ke Tonga Dihantui Ancaman Infeksi Covid-19

Upaya Pengiriman Bantuan ke Tonga Dihantui Ancaman Infeksi Covid-19

Global
Inggris Cabut Pembatasan Covid-19, Klaim Gelombang Varian Omicron Telah Capai Puncak

Inggris Cabut Pembatasan Covid-19, Klaim Gelombang Varian Omicron Telah Capai Puncak

Global
Tak Bisa Keluarkan Roda Setelah Diserang Burung, Jet Tempur Siluman F-35A Mendarat Darurat

Tak Bisa Keluarkan Roda Setelah Diserang Burung, Jet Tempur Siluman F-35A Mendarat Darurat

Global
POPULER GLOBAL: Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia | Update Tonga

POPULER GLOBAL: Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia | Update Tonga

Global
Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Global
Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Global
Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Global
Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Global
Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Global
UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

Global
EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

Global
Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.