Kompas.com - 04/12/2021, 10:30 WIB
Pesawat Qatar Airways yang membawa penumpang asing, lepas landas dari bandara Kabul, Afghanistan, pada 9 September 2021. AP PHOTO/BERNAT ARMANGUEPesawat Qatar Airways yang membawa penumpang asing, lepas landas dari bandara Kabul, Afghanistan, pada 9 September 2021.

PARIS, KOMPAS.com - Perancis telah melakukan misi evakuasi di Afghanistan dengan membawa 258 warga Afghanistan, 11 warga Perancis, sekitar 60 warga Belanda, dan sejumlah orang yang terkait dengan mereka keluar dari negara yang tengah dikuasi kelompok Taliban itu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Perancis pada Jumat (3/12/2021), menyatakan bahwa operasi itu diselenggarakan dengan bantuan dari Qatar.

Melansir Reuters, Sabtu (4/12/2021), pengungsi yang diselamatkan Perancis termasuk warga Afghanistan yang berisiko seperti jurnalis serta orang-orang yang memiliki hubungan dengan mereka, termasuk pekerja sipil yang dipekerjakan oleh tentara Perancis.

Baca juga: Taliban Keluarkan Dekrit: Perempuan Tak Boleh Dianggap Properti dan Dipaksa Menikah

Sejak 10 September, 110 orang Perancis dan 396 warga Afghanistan telah dievakuasi dari Afghanistan dalam 10 penerbangan yang diselenggarakan dengan bantuan Qatar.

Perancis dan Qatar bersama-sama menjalankan misi kemanusiaan pada Kamis (2/12/2021).

Mereka mengirimkan peralatan medis, makanan, dan pasokan musim dingin ke organisasi internasional yang beroperasi di Afghanistan dengan pesawat militer Qatar.

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) pekan ini menggambarkan prospek sosial ekonomi yang "mengkhawatirkan" untuk Afghanistan selama 13 bulan ke depan.

Afghanistan sedang berjuang melawan penurunan tajam dalam perolehan bantuan pembangunan internasional setelah kelompok Taliban merebut kekuasaan pada 15 Agustus 2021.

UNDP pun telah memproyeksikan bahwa kemiskinan dapat menyebar di seluruh penjuru Afghanistan pada pertengahan 2022.

Baca juga: Minta Parlemen Didik Taliban agar Tidak Terlihat sebagai Teroris, Politisi Malaysia Tuai Hujatan

Taliban kini berada di bawah tekanan dari masyarakat internasional yang sebagian besar telah membekukan dana untuk Afghanistan.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Pamerkan Kekuatan Militer dalam Parade Hari Republik

India Pamerkan Kekuatan Militer dalam Parade Hari Republik

Global
30 Tahun Bertikai Soal Permata Curian, Arab Saudi dan Thailand Akhirnya Rujuk

30 Tahun Bertikai Soal Permata Curian, Arab Saudi dan Thailand Akhirnya Rujuk

Global
Ketika Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal karena Putus Asa dalam Kelaparan…

Ketika Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal karena Putus Asa dalam Kelaparan…

Global
Roket Elon Musk SpaceX Akan Tabrak Bulan setelah 7 Tahun Jadi Sampah Luar Angkasa

Roket Elon Musk SpaceX Akan Tabrak Bulan setelah 7 Tahun Jadi Sampah Luar Angkasa

Global
POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

Global
Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Global
Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Global
Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Global
Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Global
Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Global
Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Global
Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Global
Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Internasional
Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Global
Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.