Pemerintah China Larang Keras Selebritasnya Pamer Kekayaan di Media Sosial

Kompas.com - 29/11/2021, 05:47 WIB
Presiden China Xi Jinping berpidato dalam upacara peringatan 100 tahun Partai Komunis China di Beijing, China, Kamis (1/7/2021). Partai Komunis China merayakan ulang tahun ke-100 dengan beragam acara. LI XUEREN/XINHUA via AP PHOTOPresiden China Xi Jinping berpidato dalam upacara peringatan 100 tahun Partai Komunis China di Beijing, China, Kamis (1/7/2021). Partai Komunis China merayakan ulang tahun ke-100 dengan beragam acara.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China telah melarang selebritasnya memamerkan kekayaan mereka di media sosial dalam tindakan keras terbaru dalam penertiban industri hiburan.

Administrasi Cyberspace China kemarin mengumumkan bahwa selebritas di negara itu tidak akan diizinkan untuk "memamerkan kekayaan" atau "membanggakan secara berlebihan" di media sosial.

Melansir Daily Mail pada Rabu (24/11/2021), aturan tersebut juga mencegah selebritas memublikasikan informasi palsu atau pribadi, memprovokasi penggemar terhadap grup penggemar lain, dan menyebarkan desas-desus.

Business Insider melaporkan bahwa akun media sosial selebritas dan penggemar akan diminta untuk mematuhi "ketertiban umum dan kebiasaan yang baik, mematuhi orientasi opini publik dan orientasi nilai yang benar, mempromosikan nilai-nilai inti sosialis, serta mempertahankan gaya dan selera yang sehat".

Baca juga: China Mulai Perangi Artis Miliarder, Beri Label “Tumor Sosial” hingga Dihapus dari Internet

Aturan baru tersebut merupakan tindakan keras terbaru terhadap budaya selebritas di China karena negara tersebut terus memperkuat cengkeramannya pada industri hiburan.

Pada September, selebritas China diperingatkan bahwa mereka harus "menentang ide-ide dekaden dari pemujaan uang, hedonisme, dan individualisme ekstrim" di sebuah simposium industri hiburan yang diselenggarakan oleh Partai Komunis.

Pertemuan di Beijing mengkampanyekan slogan, "Love the party, love the country, advocate morality and art".

Pertemuan itu dihadiri oleh pejabat senior partai dan bos bisnis pertunjukan yang diberitahu bahwa mereka harus mematuhi etika sosial, moralitas pribadi, dan nilai-nilai keluarga.

China melihat budaya selebritas dan berburu kekayaan sebagai impor Barat yang berbahaya, yang mengancam Komunisme karena mempromosikan individualisme dari pada kolektivisme.

Dalam konferensi diberitahu bahwa para figur publik harus "secara sadar meninggalkan selera vulgar dan kitsch yang lebih rendah, dan secara sadar menentang ide-ide dekaden tentang pemujaan uang, hedonisme, dan individualisme ekstrem", demikian laporan media pemerintah.

Baca juga: 21 Akun Weibo Penggemar K-pop Diblokir Pemerintah China, Ini Alasannya...


Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berlian Hitam Terbesar Dipamerkan di Dubai, Ini Wujudnya

Berlian Hitam Terbesar Dipamerkan di Dubai, Ini Wujudnya

Global
Viral Video Polisi Tanya Pengendara Mobil Manual: Kakimu Tidak Kram?

Viral Video Polisi Tanya Pengendara Mobil Manual: Kakimu Tidak Kram?

Global
'Monster Laut' Ditemukan seperti Hiu Dimutilasi, Apakah Ikan Terbesar di Dunia?

"Monster Laut" Ditemukan seperti Hiu Dimutilasi, Apakah Ikan Terbesar di Dunia?

Global
Kisah Rohana, Wanita di Malaysia yang Sejak Kecil Ditinggal Ibunya Kembali ke Indonesia, Kini Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Kisah Rohana, Wanita di Malaysia yang Sejak Kecil Ditinggal Ibunya Kembali ke Indonesia, Kini Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Global
Ada Jalur Pemakaman Penuh dengan Kuburan Kuno Ditemukan di Arab Saudi

Ada Jalur Pemakaman Penuh dengan Kuburan Kuno Ditemukan di Arab Saudi

Global
Seorang Pria Tiba-tiba Dorong Wanita ke Arah Kereta Bawah Tanah yang Melaju hingga Tewas

Seorang Pria Tiba-tiba Dorong Wanita ke Arah Kereta Bawah Tanah yang Melaju hingga Tewas

Global
China Batalkan Rencana untuk Jual Tiket Olimpiade Beijing ke Publik

China Batalkan Rencana untuk Jual Tiket Olimpiade Beijing ke Publik

Global
Bintang Porno Tanding Lawan Model Wanita di MMA, Dipisahkan Penonton yang Masuk Ring

Bintang Porno Tanding Lawan Model Wanita di MMA, Dipisahkan Penonton yang Masuk Ring

Global
Warga China Diminta Hati-hati Beli Barang Impor, Waspadai Penularan Covid-19 Lewat Benda

Warga China Diminta Hati-hati Beli Barang Impor, Waspadai Penularan Covid-19 Lewat Benda

Global
China Laporkan Dua Orang Meninggal karena Flu Burung, Tiga Lainnya Masih Dirawat Intensif

China Laporkan Dua Orang Meninggal karena Flu Burung, Tiga Lainnya Masih Dirawat Intensif

Global
Jadi Penumpang Sendirian di Pesawat, Pria Ini Bebas Rebahan dan Gratis Makan Semua

Jadi Penumpang Sendirian di Pesawat, Pria Ini Bebas Rebahan dan Gratis Makan Semua

Global
China Tingkatkan Kewaspadaan Covid-19 Saat Liburan Imlek Dimulai

China Tingkatkan Kewaspadaan Covid-19 Saat Liburan Imlek Dimulai

Global
Internet di Tonga Putus Usai Tsunami, Perbaikan Bisa sampai 2 Minggu

Internet di Tonga Putus Usai Tsunami, Perbaikan Bisa sampai 2 Minggu

Global
Tsunami Tonga: Internet dan Telepon Mati, 105.000 Warga Tak Bisa Dihubungi

Tsunami Tonga: Internet dan Telepon Mati, 105.000 Warga Tak Bisa Dihubungi

Global
Jepang Majukan Waktu Pemberian Vaksin Booster Covid-19 hingga 2 Bulan

Jepang Majukan Waktu Pemberian Vaksin Booster Covid-19 hingga 2 Bulan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.