Kompas.com - 16/10/2021, 04:14 WIB
Ilustrasi camilan kue Jaffa Cakes. [Via Amazon] Via AmazonIlustrasi camilan kue Jaffa Cakes. [Via Amazon]

LONDON, KOMPAS.com - Seorang polisi West Yorkshire Inggris dipecat karena "tidak jujur", membayar camilan yang harganya 1 poundsterling (Rp 19.349) di sebuah kantin amal yang mengumpulkan dana untuk perjalanan ke Uganda.

Polisi wanita bernama Chris Dwyer dinyatakan bersalah atas pelanggaran berat karena kurang membayar 2 paket camilan Jaffa Cakes yang satu paket harganya 50 p (0,50 poundsterling atau Rp 9.670).

Polisi wanita itu telah tidak jujur karena membayar jauh lebih rendah untuk camilan kue dari kantin Kantor Polisi Halifax, yang semua itemnya dijual seharga 50 sen, seperti yang dilansir dari Mirror pada Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Buat Tuduhan Palsu Langgar Pembatasan, Polisi Inggris Perkosa dan Bunuh Sarah Everard

Dwyer yang seharusnya membayar 1 poundsterling (Rp 19.349) untuk 2 paket camilan kue, tetapi hanya membayar 10 sen (0,10 poundsterling atau Rp 1.933).

Ketika ditanya tentang masalah kurang bayar itu, polisi wanita ini kemudian memberikan jawab yang tidak jujur. Dalam sidang pelanggarannya dia telah mencoba untuk mengubah ceritanya.

Dwyer bergabung dengan Polisi West Yorkshire sejak 2017, telah membantah melanggar standar polisi, tetapi tetap dipecat pada Kamis (14/10/2021) setelah sidang pelanggaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rincian kasus pelanggaran yang dilakukan oleh Chris Dwyer dipublikasikan di situs web polisi West Yorkshire Inggris.

Pasukan kepolisian menyatakan, "Sekitar pukul 22.00 pada tanggal 21 Januari, seorang petugas datang ke kantin di Kantor Polisi Halifax dan mengosongkan kaleng uang tunai toko amal."

Baca juga: Disangka Desersi, Polisi yang Koma Berbulan-bulan Ini Dipecat

"Dia meninggalkan 6 x 10 sen koin dan 2 x 20 sen koin sebagai bayaran."

"Diduga sekitar pukul 22.30, Dwyer datang ke kantin, mendekati toko amal, mengeluarkan dua bungkus kue Jaffa yang masing-masing dihargai 50 sen, tanpa membayarnya dengan cukup."

"Kaleng tunai diperiksa dan ditemukan berisi denominasi koin yang sama di dalam kaleng uang, tetapi dengan koin tambahan 2 x 5 sen."

Detektif Inspektur Mark Long dari Direktorat Standar Profesional Kepolisian West Yorkshire, mengatakan, "Tindakan petugas ini tidak sesuai dengan nilai-nilai organisasi dan dia tidak jujur ketika ditantang."

"Seorang ketua independen yang memenuhi syarat secara hukum telah menemukan bahwa pelanggarannya terhadap Standar Perilaku Profesional merupakan pelanggaran berat dan dia telah diberhentikan dari Angkatan."

Baca juga: Siapa Sangka, Polisi yang Tewas Ini adalah Pembunuh Berantai dan 35 Tahun Buron

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Global
Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Global
Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Global
3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

Global
8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Internasional
Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Global
Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Global
Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Global
Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Global
Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Global
China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

Global
Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Global
Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.