Disangka Desersi, Polisi yang Koma Berbulan-bulan Ini Dipecat

Kompas.com - 25/09/2021, 14:37 WIB
Ajun Brigadir Reuben Kimutai Lel, polisi yang bertugas di Kenya ketika ditemui di Rumah Sakit Kenyatta. Reuben diketahui menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan koma sejak Desember 2020. Kepolisian tempatnya berdinas sempat memecatnya karena mengira dia desersi. JOAN JEPTOO via BBCAjun Brigadir Reuben Kimutai Lel, polisi yang bertugas di Kenya ketika ditemui di Rumah Sakit Kenyatta. Reuben diketahui menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan koma sejak Desember 2020. Kepolisian tempatnya berdinas sempat memecatnya karena mengira dia desersi.

NAIROBI, KOMPAS.com - Seorang polisi Kenya baru mengetahui dirinya dipecat dari kepolisian setelah siuman dari koma selama sembilan bulan. Pemecatan dilakukan karena kepolisian menyangka dia desersi.

Baik pihak keluarga maupun kepolisian Kenya tidak tahu keberadaan Ajun Brigadir Reuben Kimutai Lel. Keponakannya mengatakan kepada BBC bahwa pihak keluarga mengira sang paman telah meninggal dunia.

Belakangan diketahui Reuben menjadi korban kecelakaan di jalan dan selama ini dia dirawat di rumah sakit terbesar di Kenya.

Baca juga: Tersangkut Kasus Narkoba di Aceh Utara, 2 Polisi Dipecat Tidak Hormat

Pekan lalu, Reuben baru siuman dari koma selama sembilan bulan.

Keponakan Reuben, Joan Jeptoo, mengisahkan kepedihan yang dirasakan keluarga besar ketika mereka mencari jenazah Reuben di kamar-kamar jenazah lantaran sudah kehilangan harapan.

Bahkan mereka pernah hampir mengambil jenazah yang sudah membusuk karena pihak kamar jenazah mengatakan bahwa mayat itu adalah Reuben.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami mengira dia sudah meninggal dunia karena telepon selulernya tidak aktif. Awal tahun ini kami hendak mengambil jenazah karena kami diberi tahu bahwa jenazah itu mirip [paman saya]. Namun sidik jarinya tidak cocok," papar Jeptoo.

Reuben dirawat di rumah sakit pada 21 Desember 2020 sebagai orang tak dikenal di rumah sakit rujukan utama di ibu kota Kenya, Nairobi. Saat itu tidak ditemukan dokumen identitas pada diri Reuben.

Ketika Reuben dirawat di rumah sakit, kepolisian memutuskan untuk memecatnya dengan tuduhan desersi. Kepolisian pun sempat mengeluarkan surat perintah penahanan Reuben. Namun, kasus itu kemudian dihentikan karena kepolisian gagal menemukannya.

Baca juga: Seorang Anggota Polisi Dipecat gara-gara Bolos, Upacara Diwakili Foto

Saat Reuben siuman, pekan lalu, ingatannya belum pulih sempurna. Meski demikian, dia masih ingat namanya dan ingat bahwa dia adalah seorang polisi. Pencarian keluarganya kemudian dimulai.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.