Kompas.com - 15/10/2021, 20:05 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mendengarkan selama pertemuan di Kremlin, di Moskow, Rusia, Kamis, 19 November 2020. AP/Alexei NikolskyPresiden Rusia Vladimir Putin sedang mendengarkan selama pertemuan di Kremlin, di Moskow, Rusia, Kamis, 19 November 2020.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (15/10/2021) mengatakan, ratusan anggota loyal ISIS berkumpul di Afghanistan utara.

Mereka berencana bergerak di antara negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah dengan menyamar sebagai pengungsi.

"Menurut intelijen kami, jumlah anggota (ISIS) di Afghanistan utara saja adalah sekitar 2.000 orang," kata Putin dalam pertemuan konferensi video dengan para pemimpin negara-negara bekas Soviet lainnya, dikutip dari AFP.

Baca juga: Putin: China Tak Perlu Konfrontasi Militer untuk Reunifikasi dengan Taiwan

Putin awal pekan ini memperingatkan ancaman milisi veteran dari Irak dan Suriah yang berhubungan ISIS akan menyeberang ke Afghanistan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, pihaknya mengharapkan Taliban, yang baru-baru ini menguasai Afghanistan, menangani ancaman itu.

Pada Jumat dia mengatakan, para pemimpin ISIS di Afghanistan sedang berusaha memproyeksikan pengaruh kelompok itu di negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah untuk membangkitkan perselisihan agama dan etnis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Teroris berusaha menyusup ke wilayah Persemakmuran, termasuk dengan kedok pengungsi," kata Putin, merujuk pada sekelompok negara bekas Soviet yang beberapa di antaranya berbatasan dengan Afghanistan.

Taliban, yang menguasai Kabul dari pemerintah pro-Barat pada pertengahan Agustus, sedang mencari pengakuan internasional serta bantuan untuk menghindari bencana kemanusiaan.

Baca juga: Putin Dituding Bawa Penerjemah Rusia yang Cantik untuk Mengganggu Perhatian Trump

Utusan khusus Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, mengatakan kepada kantor berita Rusia Interfax pada Jumat, bahwa perwakilan Taliban akan menghadiri konferensi internasional di Moskwa minggu depan bersama utusan regional Iran, China dan Pakistan.

Putin juga mengatakan, tidak perlu terburu-buru dengan pengakuan resmi Taliban, tetapi berujar bahwa perlu berinteraksi dengan mereka.

Pada 1980-an, Rusia terlibat dalam perang selama 10 tahun yang di Afghanistan yang menewaskan hingga dua juta warga, memaksa lebih dari tujuh juta orang mengungsi, dan menyebabkan kematian lebih dari 14.000 tentara Soviet.

Baca juga: Ditawari Vaksin Sputnik oleh Putin, Erdogan Tertawa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

Global
POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

Global
Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Global
Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Global
Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Global
Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Global
Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Global
Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Global
Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Global
Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Global
Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Global
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Global
Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Global
Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.