Kompas.com - 15/10/2021, 17:43 WIB
Anggota Taliban berjaga di dekat masjid Syiah di Kandahar pada Jumat (15/10/2021), setelah ledakan bom menewaskan sedikitnya 16 orang dan membuat 32 korban lainnya luka-luka. AFP PHOTO/JAVED TANVEERAnggota Taliban berjaga di dekat masjid Syiah di Kandahar pada Jumat (15/10/2021), setelah ledakan bom menewaskan sedikitnya 16 orang dan membuat 32 korban lainnya luka-luka.

KANDAHAR, KOMPAS.com - Bom masjid meledak lagi di Afghanistan, kali ini di kota Kandahar pada Jumat (15/10/2021) yang menewaskan 16 orang dan membuat 32 korban lainnya luka-luka.

"16 jenazah dan 32 korban luka dibawa ke Rumah Sakit Mirwais," kata juru bicara rumah sakit kepada AFP.

Penyebab ledakan bom masjid Afghanistan belum diketahui, tetapi itu terjadi tepat seminggu setelah serangan bom bunuh diri terhadap jemaah masjid Syiah di kota Kunduz, yang diklaim oleh kelompok ISIS.

Baca juga: Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Kota Kunduz Afghanistan, Sekitar 100 Orang Tewas dan Terluka

Seorang saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa dia mendengar tiga ledakan, satu di pintu utama masjid, satu lagi di daerah selatan, dan yang ketiga di lokasi jemaah wudhu.

Saksi lain mengatakan, tiga ledakan mengguncang masjid di pusat kota saat shalat Jumat.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Qari Sayed Khosti menulis di Twitter, "Kami sedih mengetahui bahwa sebuah ledakan terjadi di masjid persaudaraan Syiah di distrik pertama kota Kandahar, di mana sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pasukan khusus Emirat Islam telah tiba di daerah itu untuk menentukan sifat insiden dan membawa para pelaku ke pengadilan."

Menurut seorang wartawan AFP, masjid itu penuh jemaah pada saat ledakan, dan setidaknya 15 ambulans menuju tempat kejadian.

Foto-foto yang diunggah di media sosial, yang belum diverifikasi, menunjukkan jasad korban-korban tergeletak di lantai masjid Fatemieh.

Baca juga: Balas Bom Masjid Afghanistan, Taliban Hancurkan Markas ISIS dan Tewaskan Semua Penghuninya


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Global
Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Global
Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Global
Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Global
Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Global
Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Global
Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Global
Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Global
Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Global
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Global
Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Global
Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Global
Polisi Spanyol Temukan Pedang Langka, Falcata, yang Berusia 2.000 Tahun

Polisi Spanyol Temukan Pedang Langka, Falcata, yang Berusia 2.000 Tahun

Global
Inovasi Pelukis India, Lukis Pohon dengan Gambar Suci demi Kurangi Penebangan Liar

Inovasi Pelukis India, Lukis Pohon dengan Gambar Suci demi Kurangi Penebangan Liar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.