Pasca Presiden Ambil Alih Semua Pemerintahan, Rakyat Tunisia Khawatir Perang Saudara

Kompas.com - 28/07/2021, 16:50 WIB
Para pengunjuk rasa menghadapi petugas polisi Tunisia selama demonstrasi di Tunis, Tunisia, Minggu (25/7/2021). Demonstrasi dengan kekerasan pecah pada Minggu di beberapa kota Tunisia ketika pengunjuk rasa menyatakan kemarahan atas memburuknya situasi kesehatan, ekonomi, dan sosial negara itu. AP PHOTO/HASSENE DRIDIPara pengunjuk rasa menghadapi petugas polisi Tunisia selama demonstrasi di Tunis, Tunisia, Minggu (25/7/2021). Demonstrasi dengan kekerasan pecah pada Minggu di beberapa kota Tunisia ketika pengunjuk rasa menyatakan kemarahan atas memburuknya situasi kesehatan, ekonomi, dan sosial negara itu.

TUNIS, KOMPAS.com - Setelah Presiden Tunisia Kais Saied mengambil alih semua cabang kekuasaan, ketidakpastian kini memunculkan kekhawatiran di masyarakat.

Mantan profesor hukum tata negara tersebut, kini bertanggung jawab atas cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif di negara Afrika Utara itu, setelah menangguhkan parlemen selama 30 hari.

Baca juga: Presiden Tunisia Dituding Lakukan Kudeta, Kepung Gedung Parlemen dengan Kendaraan Militer

Insiden pada Senin (26/7/2021) itu mengungkapkan tantangan besar dalam demokrasi Tunisia sejak ditempa protes Arab Spring 2011.

Beberapa bersorak-sorai membela langkah Saied, sementara yang lainnya mengecam tindakannya sebagai kudeta.

Saied sendiri membenarkan tindakannya dengan mengutip pasal konstitusi terkait wewenang eksekutif dalam keadaan darurat. Tetapi apakah tindakannya itu memang dibenarkan, sekarang menjadi bahan perdebatan sengit di seluruh negeri.

Partai Islam Ennahdha, mayoritas parlemen Tunisia dengan lantang mengecam langkah Saied sebagai kudeta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Partai tersebut mendesak presiden "mengembalikan parlemen dan mengatasi masalah saat ini menurut kerangka konstitusional dan hukum yang konsisten dengan nilai demokratis rakyat Tunisia.

Baca juga: Tunisia Memanas, Presiden Pecat Perdana Menteri dan Bekukan Parlemen

Kondisi memburuk

Presiden berusia 63 tahun yang sering disebut "robocop" oleh penduduknya karena gaya bicara yang sangat formal dan terkadang canggung, mendapat dukungan substansial dari rakyat Tunisia.

Pendukungnya menilai tindakan itu diperlukan untuk menyingkirkan pemerintah yang dinilai penuh dengan politisi korup dan tidak kompeten, ketika krisis ekonomi dan Covid-19 negara itu menyebar.

"Saya setuju dengan apa yang dilakukan Presiden Kais Saied, terutama karena situasi di Tunisia, dalam semua aspek, sangat buruk," Hatem Zarrouk, kepala keuangan berusia 27 tahun dari Tunis, mengatakan kepada CNBC, Selasa (27/7/2021).

Halaman:

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Global
Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Global
CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

Global
WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

Global
Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Global
Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Global
Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Global
Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga 'Panic Buying'

Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga "Panic Buying"

Global
Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Global
Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Global
Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Global
China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

Internasional
Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Internasional
Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.