Kudeta Tunisia Terburuk dalam 10 Tahun, Massa Oposisi Bentrok dengan Pendukung Presiden

Kompas.com - 27/07/2021, 07:18 WIB
Demonstran menyerbu pintu masuk gedung parlemen di Tunis, ibu kota Tunisia, Senin (26/7/2021). Tentara berjaga mengelilingi gedung tersebut dan melarang ketua DPR masuk, setelah Presiden Kais Saied membekukan parlemen dan memecat perdana menteri. AP PHOTO/HEDI AZOUZDemonstran menyerbu pintu masuk gedung parlemen di Tunis, ibu kota Tunisia, Senin (26/7/2021). Tentara berjaga mengelilingi gedung tersebut dan melarang ketua DPR masuk, setelah Presiden Kais Saied membekukan parlemen dan memecat perdana menteri.

TUNIS, KOMPAS.com - Kudeta Tunisia yang dilakukan oleh presidennya sendiri, Kais Saied, pada Senin (26/7/2021) adalah yang terburuk dalam 10 tahun demokrasi negara itu.

Saied secara sepihak memecat Perdana Menteri Hichem Mechichi, membekukan parlemen dengan bantuan tentara, yang dikecam sebagai kudeta oleh partai-partai utama negara itu

Tindakan Saied adalah buntut konflik berbulan-bulan dengan Mechichi dan parlemen yang terfragmentasi, ketika Tunisia jatuh dalam krisis ekonomi yang diperburuk oleh pandemi Covid-19.

Baca juga: Tunisia Memanas, Presiden Pecat Perdana Menteri dan Bekukan Parlemen

Reuters mewartakan, massa oposisi yang menentang langkah Saied kemudian ricuh di jalan, memperingatkan bahwa dia membahayakan sistem demokrasi yang dianut setelah pemberontakan Arab Spring 2011.

Saied menggunakan kekuatan darurat di bawah konstitusi pada Minggu malam (25/7/2021) untuk membubarkan Mechichi dan menangguhkan parlemen selama 30 hari.

Setelah ketua parlemen menyerukan protes terhadap penggulingan itu, Saied pada Senin memperpanjang pembatasan mobilitas Covid-19, dan bersumpah setiap oposisi yang rusuh akan ditindak oleh aparat. Dia juga menolak tuduhan kudeta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gedung Putih mengatakan belum menentukan apakah tindakan Saied merupakan kudeta. Namun Kementerian Luar Negeri AS memperingatkan Tunisia agar tidak menyia-nyiakan keuntungan demokrasinya.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Rumah Sakit di AS Mulai Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Cerita Dokter Indonesia Bantu Warga Australia agar Mau Divaksin Covid-19

Global
Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Global
CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

CEO Pfizer Prediksi Kapan Kehidupan Normal Akan Kembali

Global
WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

WHO Akan Mulai Penyelidikan Baru soal Asal-usul Covid-19

Global
Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Majikan Intip ART Saat Telanjang dan Ganti Baju, Terungkap dari Kamera Tersembunyi

Global
Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Rasanya Hidup di Negara Gagal, Cerita dari Warga Lebanon

Global
Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Global
Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga 'Panic Buying'

Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga "Panic Buying"

Global
Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Global
Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Global
Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Global
China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

Internasional
Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Internasional
Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.