Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Hujan Buatan Penyebab Banjir di Dubai?

Kompas.com - 21/04/2024, 20:38 WIB
BBC News Indonesia,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

DUBAI, KOMPAS.com - Banjir melanda Dubai selama 24 jam terakhir. Peristiwa ini memicu spekulasi yang menyesatkan tentang penyemaian awan—atau lebih dikenal dengan hujan buatan.

Seberapa tidak normalnya curah hujan di kota itu dan kenapa intensitasnya bisa sebegitu ekstrem?

Baca juga: Dubai Dilanda Banjir Besar, Air Genangi Rumah, Jalanan, Mal-mal, dan Bandara

Jalanan di Dubai tergenang banjir saat Uni Emirat Arab mengalami curah hujan terbesar dalam 75 tahun, pada 17 April 2024.REUTERS via BBC INDONESIA Jalanan di Dubai tergenang banjir saat Uni Emirat Arab mengalami curah hujan terbesar dalam 75 tahun, pada 17 April 2024.
Seberapa ekstrem curah hujan tersebut?

Dubai terletak di pantai Uni Emirat Arab (UEA) dan kota ini biasanya sangat kering. Di sisi lain, walaupun rata-rata curah hujan per tahunnya ada di bawah 100 mm, sesekali Dubai mengalami hujan lebat yang ekstrem.

Curah hujan di Al Ain—kota yang berjarak lebih dari 100 kilometer dari Dubai—tercatat di 256 mm hanya dalam 24 jam.

Penyebab utamanya adalah sistem cuaca tekanan rendah cut of yang menarik udara hangat dan lembab serta menghalangi sistem cuaca lain untuk masuk.

"Wilayah ini dicirikan oleh periode panjang tanpa hujan dan curah hujan lebat yang tidak teratur.

"Meski begitu, tetap saja peristiwa curah hujan ini sangatlah langka," jelas Prof Maarten Ambaum, ahli meteorologi di University of Reading yang mempelajari pola curah hujan di wilayah Teluk.

Bagaimana peran perubahan iklim dalam peristiwa ini?

Masih belum bisa dipastikan secara pasti seberapa besar peran perubahan iklim di sini. Dibutuhkan analisis ilmiah yang lengkap terhadap faktor alam dan manusia—dan ini bisa memakan waktu beberapa bulan.

Namun, curah hujan yang memecahkan rekor ini konsisten dengan perubahan iklim yang sedang terjadi.

Sederhananya begini: udara yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak uap air—sekitar 7 persen ekstra untuk setiap derajat Celsius. Akibatnya, intensitas hujan pun bisa naik.

Dubai diterjang banjir bandang pada Minggu (14/4/2024) waktu setempat.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Dubai diterjang banjir bandang pada Minggu (14/4/2024) waktu setempat.
"Intensitas hujan yang memecahkan rekor ini konsisten dengan pemanasan iklim. Lebih banyak kelembaban yang memicu badai dan memperkuat hujan lebat serta banjir yang menyertainya," tutur Richard Allan, profesor ilmu iklim di University of Reading.

Studi terbaru menunjukkan bahwa curah hujan tahunan dapat meningkat hingga sekitar 30 persen di sebagian besar UEA pada akhir abad ini seiring dengan dunia yang terus memanas.

"Kalau manusia terus membakar minyak, gas, dan batu bara, iklim akan terus memanas, curah hujan akan semakin deras, dan orang akan terus kehilangan nyawa akibat banjir," ucap Dr Friederike Otto, dosen senior ilmu iklim di Imperial College London.

Baca juga: Dampak Banjir Dubai, Jadwal Penerbangan di Bandara Kacau

Sejumlah mobil terjebak di tengah banjir yang melanda Dubai, pada 17 April 2024. REUTERS via BBC INDONESIA Sejumlah mobil terjebak di tengah banjir yang melanda Dubai, pada 17 April 2024.
Apa itu penyemaian awan dan apakah itu berperan dalam banjir Dubai?

Penyemaian awan—di Indonesia, lebih dikenal sebagai hujan buatan—merupakan teknik untuk memanipulasi awan yang ada supaya menghasilkan lebih banyak hujan.

Caranya dengan menggunakan pesawat untuk menjatuhkan partikel kecil (seperti perak iodida) ke dalam awan. Uap air kemudian dapat lebih mudah mengembun dan berubah menjadi hujan.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-825 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Minta Dunia Tak Bosan | Putin Wanti-wanti Barat soal Senjata

Rangkuman Hari Ke-825 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Minta Dunia Tak Bosan | Putin Wanti-wanti Barat soal Senjata

Global
Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

Internasional
Kolombia Selangkah Lagi Larang Adu Banteng Mulai 2027

Kolombia Selangkah Lagi Larang Adu Banteng Mulai 2027

Global
Hamas Tewaskan 1.189 Orang, Israel 36.096 Orang

Hamas Tewaskan 1.189 Orang, Israel 36.096 Orang

Global
Taiwan Minta Dukungan Indonesia di Tengah Latihan Militer China

Taiwan Minta Dukungan Indonesia di Tengah Latihan Militer China

Global
Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Global
[POPULER GLOBAL] Serangan Israel Bakar Hidup-hidup Pengungsi | Biden Terkesan Membela

[POPULER GLOBAL] Serangan Israel Bakar Hidup-hidup Pengungsi | Biden Terkesan Membela

Global
Terungkap Identitas Penjual Sotong di Thailand yang Viral karena Mirip Aktor Keanu Reeves

Terungkap Identitas Penjual Sotong di Thailand yang Viral karena Mirip Aktor Keanu Reeves

Global
Di Tengah Kemarahan Global, Israel Serang Kamp Pengungsi Lagi di Rafah, 21 Orang Tewas

Di Tengah Kemarahan Global, Israel Serang Kamp Pengungsi Lagi di Rafah, 21 Orang Tewas

Global
Di Tengah Kecaman Global, Tank-tank Israel Diam-diam Telah Capai Pusat Kota Rafah

Di Tengah Kecaman Global, Tank-tank Israel Diam-diam Telah Capai Pusat Kota Rafah

Global
Bagaimana China Membantu Rusia Hadapi Dampak Sanksi Barat?

Bagaimana China Membantu Rusia Hadapi Dampak Sanksi Barat?

Internasional
Saat 145 Negara Kini Akui Negara Palestina...

Saat 145 Negara Kini Akui Negara Palestina...

Global
Produsen Susu Australia Lirik Peluang dari Program Makan Siang Gratis Prabowo

Produsen Susu Australia Lirik Peluang dari Program Makan Siang Gratis Prabowo

Global
Keluh Kesah Warga Jepang soal Turis Gunung Fuji, Kini Pemandangan Ditutup

Keluh Kesah Warga Jepang soal Turis Gunung Fuji, Kini Pemandangan Ditutup

Global
Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com