Kompas.com - 12/07/2021, 09:56 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Israel dalam memerangi virus corona. Pidato bertempat di Yerusalem, Sabtu (14/3/2020). GALI TIBBON/POOL/EPA-EFEPerdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Israel dalam memerangi virus corona. Pidato bertempat di Yerusalem, Sabtu (14/3/2020).

YERUSALEM, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu secara resmi meninggalkan kediaman resmi pemimpin pemerintahan Israel di Yerusalem, hampir sebulan setelah ia digulingkan oleh penggantinya Naftali Bennett.

“Sesaat setelah tengah malam, keluarga Netanyahu meninggalkan kediaman di Balfour (jalan),” kata juru bicara keluarga itu kepada wartawan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (11/7/2021) melansir Al Jazeera.

Baca juga: Pasukan Israel Tembaki Warga Palestina, Ratusan Terluka di Tepi Barat

Pergerakan truk terlihat di luar kediaman PM Israel, dan mobil Audi hitam difilmkan sedang ditarik dari properti selama akhir pekan.

Netanyahu menjabat sebagai perdana menteri Israel selama 12 tahun berturut-turut setelah masa jabatan tiga tahun sebelumnya.

Dia tetap menjabat bahkan saat dia diadili atas tuduhan penipuan, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan publik.

Dia menyangkal tuduhan itu dan mengatakan itu adalah plot sayap kiri untuk melawannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia memimpin Israel melalui empat pemilihan yang sangat memecah belah dalam waktu kurang dari dua tahun.

Nasionalis sayap kanan Bennett dilantik pada 13 Juni setelah berhasil menggulingkannya dengan dukungan dari koalisi ideologis berbeda.

Namun, Netanyahu tidak mengosongkan kediaman PM Israel segera setelah pencopotannya.

Sebaliknya, ia terus menjamu para pejabat tinggi termasuk Nikki Haley, yang menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB di bawah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Baca juga: Israel Akan Sita Akun Hamas yang Digunakan untuk Kumpulkan Mata Uang Kripto

Pada akhir Juni, kantor Netanyahu dan Bennett mengumumkan 10 Juli sebagai tanggal terakhir bagi mantan perdana menteri untuk pindah.

Netanyahu pergi setelah tengah malam pada Minggu (11/7/2021), sedikit terlambat dari tenggat waktu yang dia setujui.

"Menteri Kejahatan", sebuah organisasi yang telah melakukan protes mingguan terhadap Netanyahu di luar kediaman PM Israel selama lebih dari setahun, mengejeknya pada Minggu (11/7/2021).

"Terdakwa dan keluarganya melarikan diri sebagai pencuri terakhir di malam hari," tulis kelompok itu di Facebook.

Kediaman itu telah menjadi simbol skandal Netanyahu, dan merupakan tempat protes mingguan terhadap Netanyahu selama sebagian besar tahun lalu.

Demonstran memintanya yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri untuk mengundurkan diri, saat diadili karena korupsi.

Bennett akan mengambil alih kediaman PM Israel pada Minggu (11/7/2021).

Baca juga: Israel Ungkap Temuan Bagian Bangunan Baru Dekat Bait Suci Yerusalem

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: Terlalu Dini Memahami Keparahan Varian Omicron, Begini Respons Sejumlah Negara

WHO: Terlalu Dini Memahami Keparahan Varian Omicron, Begini Respons Sejumlah Negara

Global
Seorang Wanita di Australia Didakwa Bakar Hotel Karantina Covid-19

Seorang Wanita di Australia Didakwa Bakar Hotel Karantina Covid-19

Global
Presiden Afrika Selatan Serukan Cabut Larangan Perjalanan dari Negaranya Terkait Omicron

Presiden Afrika Selatan Serukan Cabut Larangan Perjalanan dari Negaranya Terkait Omicron

Global
China Kirim 27 Pesawat Tempur Masuk Zona Pertahanan Udara Taiwan

China Kirim 27 Pesawat Tempur Masuk Zona Pertahanan Udara Taiwan

Global
Usai Positif Covid-19, Presiden Ceko Lantik Pejabat Tinggi Negara dari Balik Kotak Kaca

Usai Positif Covid-19, Presiden Ceko Lantik Pejabat Tinggi Negara dari Balik Kotak Kaca

Global
WHO Kritik Larangan Bepergian untuk Negara Selatan Afrika karena Varian Omicron

WHO Kritik Larangan Bepergian untuk Negara Selatan Afrika karena Varian Omicron

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Varian Omicron Lebih Buruk dari Delta | Penerbangan dari Afrika Selatan Diblokir Sejumlah Negara

KABAR DUNIA SEPEKAN: Varian Omicron Lebih Buruk dari Delta | Penerbangan dari Afrika Selatan Diblokir Sejumlah Negara

Global
Pemerintah China Larang Keras Selebritinya Pamer Kekayaan di Media Sosial

Pemerintah China Larang Keras Selebritinya Pamer Kekayaan di Media Sosial

Global
Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Buku Pertama tentang Polandia dalam Bahasa Indonesia Resmi Diterbitkan

Global
Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Polisi China Berhasil Tangkap Pelarian Korea Utara yang Kabur dari Penjara

Global
Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Anggota Parlemen Selandia Baru Bersepeda ke RS untuk Melahirkan

Global
Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Gempa Kuat M 7,5 di Peru, Hampir Separuh Negara Berguncang

Global
Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Australia

Global
PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

PM Kepulauan Solomon Tolak Tekanan untuk Mengundurkan Diri Setelah Kerusuhan

Global
Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Dokter Penemu Covid-19 Varian Omicron Sebut Gejalanya Tidak Biasa tapi Ringan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.