Kompas.com - 12/07/2021, 08:44 WIB
Seorang pendukung Inggris mengibarkan bendera di dekat Trafalgar Square di London, Minggu, 11 Juli 2021, selama pertandingan final kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Italia yang dimainkan di Stadion Wembley. Peter MorrisonSeorang pendukung Inggris mengibarkan bendera di dekat Trafalgar Square di London, Minggu, 11 Juli 2021, selama pertandingan final kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Italia yang dimainkan di Stadion Wembley.

LONDON, KOMPAS.com - Sekelompok besar fans Inggris dilaporkan menerobos keamanan Stadion Wembley dalam final Euro 2020 melawan Italia.

Puluhan orang tiba-tiba berlari dari kawasan bawah stadion menuju ke atas. Tim keamanan yang berusaha mencegah tak kuasa karena kalah jumlah.

Berdasarkan laporan Sky News Minggu (11/7/2021), diyakini terdapat 100 orang yang menerobos sebelum situasi kondusif.

Baca juga: Cerita Penggemar Timnas Inggris, Cukur Bulu untuk Dukung Pertandingan Euro 2020

Jurnalis Michelle Owen mengunggah video bagaimana ratusan fans tim nasional Inggris berlari ke atas Stadion Wembley.

"Kami menyaksikan momen ini dan saya menjauh tepat pada waktunya. Jika kalian terpikir seperti ini, jangan. Tolong jangan kacaukan momen di Wembley," kata Owen.

Juru bicara stadion menerangkan, mereka berjibaku menahan para penggemar tersebut dibantu kepolisian setempat.

"Langkah pengamanan segera diterapkan di area tertentu dan sejauh ini, belum ada penerobosan dari fans tanpa tiket," kata dia.

Sejak pagi waktu setempat, ribuan fans The Three Lions, julukan Inggris, sudah memadati Wembley.

Kepolisian Metropolitan London sudah mewanti-wanti agar fans yang tidak mendapat tiket supaya jangan masuk stadion.

Polisi menerangkan, mereka sangat sibuk mengawasi kerumunan untuk memastikan keamanan penonton yang lain.

Langkah timnas Inggris untuk memperoleh trofi mayor perdana di kandang mereka sejak Piala Dunia 1966 pun pupus.

Sempat unggul melalui Luke Shaw di menit 2, Italia menyamakan kedudukan lewat sepekan bek Juventus Leonardo Bonucci di menit 67.

Gli Azzurri akhirnya merengkuh trofi Euro 2020, piala kedua mereka, setelah memenangkan adu penalti 3-2.

Baca juga: Final Euro 2020 Dikhawatirkan Jadi Pemicu Penyebar Covid-19 Varian Delta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Tali Pengamannya Dipotong Seseorang, Dua Tukang Cat Tergantung Setinggi 26 Lantai di Luar Gedung

Global
Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Biden Salah Ucap soal Taiwan, Timbulkan Kekhawatiran di China dan Asia

Global
Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Sekitar 180.000 Nakes di Dunia Meninggal akibat Covid-19, 2.000 dari Indonesia

Global
Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Iran Desak Taliban Agar Lebih Ramah Terhadap Negara Tetangga Afghanistan

Global
Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Carina Joe Ilmuwan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca, Akan Wakili Tim Raih Penghargaan Pride of Britain

Global
Merck Lepas Paten Pil Covid-19 Miliknya, Izinkan Pembuat Obat Lain Produksi Molnupiravir

Merck Lepas Paten Pil Covid-19 Miliknya, Izinkan Pembuat Obat Lain Produksi Molnupiravir

Global
Anna is Sad, Situs Misterius di Dark Web yang Penuh Hal Ganjil

Anna is Sad, Situs Misterius di Dark Web yang Penuh Hal Ganjil

Global
Sejarah Kemeja Flanel, dari Kelas Pekerja hingga Anak Grunge 90an

Sejarah Kemeja Flanel, dari Kelas Pekerja hingga Anak Grunge 90an

Global
WHO: Eropa Kembali Catat Sebagian Besar Kasus dan Kematian Covid-19 Dunia Pekan Lalu

WHO: Eropa Kembali Catat Sebagian Besar Kasus dan Kematian Covid-19 Dunia Pekan Lalu

Global
Video Rayakan Kemenangan Pakistan Viral, Ratusan Pelajar Kashmir Dituntut UU Teror India

Video Rayakan Kemenangan Pakistan Viral, Ratusan Pelajar Kashmir Dituntut UU Teror India

Global
Manajer Restoran Ini Pecahkan Rekor Dunia Tumpuk Kursi hingga 17 Kaki

Manajer Restoran Ini Pecahkan Rekor Dunia Tumpuk Kursi hingga 17 Kaki

Global
Resepsi Pernikahan di Meksiko Diganggu Beruang, Ikut Makan-makan

Resepsi Pernikahan di Meksiko Diganggu Beruang, Ikut Makan-makan

Global
Bill Gates, Steve Jobs, dan Love and Hate Relationship di Baliknya

Bill Gates, Steve Jobs, dan Love and Hate Relationship di Baliknya

Global
Microsoft dan Kiprah Besarnya Merevolusi Teknologi

Microsoft dan Kiprah Besarnya Merevolusi Teknologi

Global
28 Oktober 1955: Hari Lahir Bill Gates, Pendiri Microsoft

28 Oktober 1955: Hari Lahir Bill Gates, Pendiri Microsoft

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.