Kompas.com - 01/06/2021, 18:01 WIB
Seorang reporter Jerman melihat kamar gas di mana narapidana dihukum mati dieksekusi di dalam Rumah Kematian di kompleks penjara utama di Florence, sekitar 80 mil (128 km) tenggara Phoenix, Arizona, 11 Februari. AFP PHOTO/MIKE FIALASeorang reporter Jerman melihat kamar gas di mana narapidana dihukum mati dieksekusi di dalam Rumah Kematian di kompleks penjara utama di Florence, sekitar 80 mil (128 km) tenggara Phoenix, Arizona, 11 Februari.

ARIZONA, KOMPAS.com - Negara bagian Arizona di Amerika Serikat (AS) dilaporkan bersiap mengeksekusi terpidana mati menggunakan hidrogen sianida, dan "memperbarui" kamar gas dengan menggunakan teknik primitif.

Mengutip dokumen yang diperoleh Guardian melalui permintaan catatan publik, Departemen Pemasyarakatan Arizona diketahui menghabiskan lebih dari 2.000 dollar AS (Rp 28 juta) untuk penyediaan bahan-bahan gas mematikan.

Baca juga: KISAH MISTERI: Catatan Narapidana dari Neraka Holocaust di Kamp Auschwitz

Disebutkan bahwa gas tersebut sama dengan Zyklon B, yang digunakan Nazi di Auschwitz dan kamp pemusnahan lainnya.

Barang-barang yang dibeli departemen itu termasuk batu bata padat kalium sianida, pelet natrium hidroksida dan asam sulfat, melansir New York Post pada Senin (31/5/2021).

Negara bagian yang dikuasai Partai Republik itu juga "memperbarui" kamar gas di Florence, Arizona.

Kamar gas di tempat itu dibangun pada 1949. Tetapi itu tidak digunakan selama 22 tahun, menurut Guardian, mengutip dokumen yang diperolehnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jendela dan pintu fasilitas itu diperiksa untuk memastikan segel ketat, saluran air dibersihkan dari puing-puing dan granat asap dinyalakan untuk mensimulasikan gas, menurut laporan itu.

Beberapa tindakan yang digunakan untuk menguji ruangan itu sangat primitif, termasuk memeriksa kebocoran gas dengan lilin, yang nyala apinya diamati untuk percikan.

Guardian melaporkan kamar tersebut dinyatakan “siap secara operasional” pada Desember tahun lalu.

Baca juga: Terungkap, Nazi Bantai Orang Yahudi Belanda di Kamar Gas Rahasia

Kasus sebelumnya

Negara Bagian itu belum melakukan eksekusi apa pun sejak 2014. Ketika itu, eksekusi dilakukan kepada terpidana Joseph Wood, yang memakan waktu dua jam dan 15 suntikan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atlet Anggar Harus Pakai Kursi Roda Setelah Bantu Rusia Menangkan Emas Olimpiade Tokyo

Atlet Anggar Harus Pakai Kursi Roda Setelah Bantu Rusia Menangkan Emas Olimpiade Tokyo

Global
Ada Kerusakan, China Akhirnya Matikan Reaktor di Pembangkit Nuklir Taishan

Ada Kerusakan, China Akhirnya Matikan Reaktor di Pembangkit Nuklir Taishan

Global
Presiden Tunisia Janji Dirinya Takkan Jadi Diktator setelah Tangkap Anggota Parlemen

Presiden Tunisia Janji Dirinya Takkan Jadi Diktator setelah Tangkap Anggota Parlemen

Global
Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Internasional
Peduli Migran WNI, Kota Taoyuan di Taiwan Adakan Program Khusus Pencegahan Covid-19

Peduli Migran WNI, Kota Taoyuan di Taiwan Adakan Program Khusus Pencegahan Covid-19

Global
Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Global
CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

Global
POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

Global
Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Global
Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Global
Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Global
Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Global
Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Global
Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Global
China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

Global
komentar
Close Ads X