KISAH MISTERI: Catatan Narapidana dari Neraka Holocaust di Kamp Auschwitz

Kompas.com - 21/05/2021, 00:04 WIB
Bagian depan kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia yang digunakan Nazi Jerman untuk memusnahkan bangsa Yahudi antara 1942-1944. Saat disidang di Nuerenberg, Komandan Kamp Auschwitz, Rudolf Hess mengatakan setidaknya tiga juta orang Yahudi tewas di kamp itu baik karena kelaparan atau dibunuh. Bagian depan kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia yang digunakan Nazi Jerman untuk memusnahkan bangsa Yahudi antara 1942-1944. Saat disidang di Nuerenberg, Komandan Kamp Auschwitz, Rudolf Hess mengatakan setidaknya tiga juta orang Yahudi tewas di kamp itu baik karena kelaparan atau dibunuh.

KOMPAS.com - Kesaksian mengerikan dari seorang narapidana di Kamp Auschwitz yang dipaksa untuk membantu regu pembunuh Nazi terbongkar, berkat kerja detektif yang telaten dan pencitraan digital.

Di secarik kertas, Marcel Nadjari, seorang Yahudi Yunani, menggambarkan bagaimana ribuan orang Yahudi digiring ke kamar gas (gas chambers) setiap hari.

Baca juga: Konflik Israel-Palestina (3): Holocaust yang Berujung Pendirian Negara Israel

Nadjari termasuk di antara sekitar 2.200 anggota Sonderkommando, budak Yahudi dibawah pengawasan SS (Schutzstaffel- militer Nazi), yang bertugas mengawal sesama Yahudi ke kamar gas.

Kemudian mereka harus membakar mayat, mengumpulkan tambalan (gigi) emas dan rambut wanita. Lalu membuang abu sisa pembakaran ke sungai terdekat.

Setelah menyaksikan mesin pembunuh Nazi Jerman dari dekat, mereka tahu bahwa hanya masalah waktu sebelum SS memusnahkan mereka juga.

Pada 1944, keinginan balas dendam dari pria yang ketika itu berusia 26 tahun tersebut berkobar.

Jadi sekitar November tahun itu, Nadjari memasukkan manuskrip 13 halamannya ke dalam termos, yang ditutupnya dengan tutup plastik.

Dia kemudian meletakkan termos di dalam kantong kulit dan menguburnya di dekat Krematorium III.

Baca juga: Adolf Eichmann: Perancang Holocaust Nazi yang Tak Pernah Menyesal hingga Akhir Hidupnya

Kehidupan setelah kematian

Tiga puluh enam tahun kemudian, seorang mahasiswa kehutanan Polandia secara tidak sengaja menemukan termos, pada kedalaman sekitar 40cm (16 inci), saat melakukan penggalian di lokasi tersebut.

Jelas dari catatannya, dia melihat harapannya tipis bisa bertahan hidup di kamp. Tetapi catatannya ini menjadi pesannya kepada dunia luar. Sebuah pesan yang akan berarti kematian baginya, jika SS mengetahuinya.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota New York City Terima Gaji Pertama dalam Bentuk Bitcoin

Wali Kota New York City Terima Gaji Pertama dalam Bentuk Bitcoin

Global
Balas Tindakan China, AS Tangguhkan 44 Penerbangan dari 4 Maskapai China

Balas Tindakan China, AS Tangguhkan 44 Penerbangan dari 4 Maskapai China

Global
Dubes RI di Kuala Lumpur Persilakan Rohana Pilih Jadi WNI atau Warga Malaysia

Dubes RI di Kuala Lumpur Persilakan Rohana Pilih Jadi WNI atau Warga Malaysia

Global
Tom Hanks Narasikan Pencapaian Joe Biden dalam Iklan Terbaru

Tom Hanks Narasikan Pencapaian Joe Biden dalam Iklan Terbaru

Global
PBB Mengutuk Serangan Udara di Pusat Penahanan Yaman, Arab Saudi Bantah Terlibat

PBB Mengutuk Serangan Udara di Pusat Penahanan Yaman, Arab Saudi Bantah Terlibat

Global
Sebagian Besar Anak di Singapura Ditemukan Terlalu Lama Menatap Gadget, Ini Durasi yang Dianjurkan

Sebagian Besar Anak di Singapura Ditemukan Terlalu Lama Menatap Gadget, Ini Durasi yang Dianjurkan

Global
Reporter TV Ditabrak Mobil saat Siaran Langsung, tapi Terus Meliput

Reporter TV Ditabrak Mobil saat Siaran Langsung, tapi Terus Meliput

Global
Baru Berusia 19 Tahun, Gadis Ini Jadi Pilot Termuda yang Kelilingi Dunia

Baru Berusia 19 Tahun, Gadis Ini Jadi Pilot Termuda yang Kelilingi Dunia

Global
Dialog AS-Rusia soal Ukraina Kembali Buntu, tapi Sepakat Redakan Ketegangan

Dialog AS-Rusia soal Ukraina Kembali Buntu, tapi Sepakat Redakan Ketegangan

Global
Ukraina Tuding Rusia Tingkatkan Senjata, Amunisi, dan Peralatan Militer di Perbatasan

Ukraina Tuding Rusia Tingkatkan Senjata, Amunisi, dan Peralatan Militer di Perbatasan

Global
Serangan Udara di Penjara Yaman Tewaskan Lebih dari 100 Orang

Serangan Udara di Penjara Yaman Tewaskan Lebih dari 100 Orang

Global
Koalisi Pimpinan Arab Saudi Lancarkan Serangan Udara di Yaman, 70 Orang Tewas

Koalisi Pimpinan Arab Saudi Lancarkan Serangan Udara di Yaman, 70 Orang Tewas

Global
Wanita Inggris Raup Rp 194 Juta Tiap Bulan dari Video Memompa ASI

Wanita Inggris Raup Rp 194 Juta Tiap Bulan dari Video Memompa ASI

Global
PBB Peringatkan Rusia untuk Tidak Menginvasi Ukraina

PBB Peringatkan Rusia untuk Tidak Menginvasi Ukraina

Global
POPULER GLOBAL: Penyanyi Ceko Meninggal Setelah Sengaja Tertular Covid | Media Asing Ramai Beritakan Ghozali Everyday

POPULER GLOBAL: Penyanyi Ceko Meninggal Setelah Sengaja Tertular Covid | Media Asing Ramai Beritakan Ghozali Everyday

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.