Kompas.com - 16/04/2021, 19:03 WIB
Polisi anti huru-hara memegangi seorang pengunjuk rasa sementara yang lainnya bersiap memukuli dalam insiden di Tharkata, luar Yangon, Myanmar,pada 6 Maret 2021. AP PHOTO/-Polisi anti huru-hara memegangi seorang pengunjuk rasa sementara yang lainnya bersiap memukuli dalam insiden di Tharkata, luar Yangon, Myanmar,pada 6 Maret 2021.

MYITNGE, KOMPAS.com - Pasukan junta militer Myanmar pada Selasa (13/4/2021) menembak mati dua warga sipil dan membobol kotak amal masjid di kota Myitnge, wilayah Mandalay.

Melansir Myanmar Now pada Kamis (15/4/2021), penembakan dimulai ketika seorang warga sipil melakukan pemogokan dan bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM).

"Mereka datang untuk menangkapi warga sipil yang melakukan CDM," kata seorang penduduk yang tidak disebut namanya.

Baca juga: Hendak Jual Susu Naik Sepeda Motor, Pasutri Ditembak Mati Aparat Myanmar

Warga lalu keluar untuk memprotes dan junta militer Myanmar mulai menembaki.

"Mereka juga melakukan penembakan sepanjang hari ini. Jadi kami tidak bisa keluar," katanya kepada Myanmar Now, Rabu (14/4/2021).

Kemudian sekitar pukul 2 siang pada Rabu, tentara menghancurkan barikade yang dipasang warga setempat, dan menembaki rumah-rumah di Thazin.

Sebuah kotak amal di masjid setempat juga dibobol dan uang di dalamnya dijarah oleh tentara, kata seorang penduduk.

Baca juga: Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X