Meghan dan Harry: Obsesi Tabloid Inggris Merusak Keluarga Kerajaan Inggris

Kompas.com - 09/03/2021, 11:57 WIB
Wawancara Pangeran Harry dan istrinya Meghan bersama Oprah Winfrey menjadi tahuk utama surat kabar harian Inggris pada Senin (8/3/2021). AFP PHOTO/GLYN KIRKWawancara Pangeran Harry dan istrinya Meghan bersama Oprah Winfrey menjadi tahuk utama surat kabar harian Inggris pada Senin (8/3/2021).

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Pangeran Harry atau Duke of Sussex mengatakan rasisme dari media yang menyebar ke seluruh masyarakat, merupakan alasan terbesar keluarganya meninggalkan Inggris.

Pangeran Harry mengatakan kepada Oprah Winfrey bahwa tabloid Inggris "fanatik" dan menciptakan lingkungan merusak dengan menimbulkan ketakutan.

Tapi, Pangeran Wales (Pangeran Charles) harus "berdamai dengan hal itu".

Sementara Organisasi Society of Editor dari media Inggris mengklaim media Inggris tidak fanatik, tapi hanya menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang lebih "kaya dan berkuasa".

Meghan mengatakan media sosial telah membuat hubungan dengan pers seperti "alam liar.” Dia juga mengklaim operasi media yang dimiliki Keluarga Kerajaan Inggris telah gagal membelanya dan Harry dari cerita yang tidak benar.

Dalam wawancara yang sangat dinantikan dengan Oprah, Harry dan Meghan membahas berbagai topik yang sangat pribadi. Mulai dari isu rasisial, kesehatan mental, hubungan mereka dengan media, dan dinamika Keluarga Kerajaan.

Wawancara dua jam tersebut disiarkan pada Minggu malam (7/3/2021) di AS. Pemutarannya di Inggris melalui ITV pada Senin malam (8/3/2021) dan di ITV Hub, atas izin Harpo Productions/CBS.

Baca juga: 5 Pengakuan Penting Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam Wawancara Oprah Winfrey

Perang dengan media

Sekretaris media Presiden AS Joe Biden, Jen Psaki, juga turut menanggapi isu yang ramai diperbincangkan.

Menurutnya, dibutuhkan "keberanian" bagi Harry dan Meghan untuk menceritakan kisah pribadi mereka. Apalagi berbicara tentang perjuangan dengan kesehatan mental.

Sementara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak berkomentar.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X