Kompas.com - 01/02/2021, 16:08 WIB
File foto 8 November 2020 ini menunjukkan sosok Panglima Tertinggi Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing yang meninggalkan tempat pemungutan suara di Naypyitaw, Myanmar.
Sebuah kudeta militer terjadi di Myanmar pada Senin pagi, 1 Februari 2021 dengan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi ditahan dalam tahanan rumah menurut sebuah laporan. AP/AUNG SHINE OOFile foto 8 November 2020 ini menunjukkan sosok Panglima Tertinggi Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing yang meninggalkan tempat pemungutan suara di Naypyitaw, Myanmar. Sebuah kudeta militer terjadi di Myanmar pada Senin pagi, 1 Februari 2021 dengan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi ditahan dalam tahanan rumah menurut sebuah laporan.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mengatakan pihak mereka masih mengumpulkan informasi tentang perkembangan politik di Myanmar, Senin (1/2/2021).

Melansir Associated Press (AP), China yang merupakan salah satu mitra ekonomi terpenting Myanmar dan telah menginvestasikan miliaran dollar untuk pertambangan, infrastruktur dan jaringan pipa gas di negara Asia Tenggara itu sedang mengumpulkan informasi seputar situasi di sana.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin mengatakan pada jumpa pers harian, "Kami telah mencatat apa yang terjadi di Myanmar, dan kami sedang mempelajari situasi lebih lanjut saat ini."

Baca juga: Aung San Suu Kyi Gerakkan Massa untuk Lawan Kudeta Militer Myanmar

Dia menambahkan, “China adalah tetangga baik bagi Myanmar. Kami berharap semua pihak di Myanmar akan menangani perbedaan mereka dengan baik di bawah kerangka hukum dan konstitusional serta menjaga stabilitas politik dan sosial."

Meski Partai Komunis China (PKC) yang berkuasa cenderung mendukung sesama rezim otoriter, PKC memiliki sejarah yang rapuh dengan militer Myanmar.

Terkadang perselisihannya terkait dengan kampanye Myanmar melawan kelompok minoritas etnis China dan perdagangan narkoba di sepanjang perbatasan pegunungan mereka yang panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Setelah Ambil Alih Myanmar, Ini Janji Pihak Militer

Sebelumnya diwartakan Kompas.com, militer Myanmar mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun pada Senin (1/2/2021).

Militer Myanmar atau Tatmadaw, juga menunjuk seorang jenderal sebagai pelaksana tugas (plt) Presiden Myanmar.

Pengumuman itu disampaikan militer Myanmar melalui siaran langsung di Myawaddy TV milik militer.

Baca juga: Myanmar Dilanda Kudeta Militer, Seluruh Dunia Mengecam

 

Mereka mengatakan, langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas negara sebagaimana dilansir dari AFP.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.