Yulia Navalnaya, istri Oposisi Putin, dibebaskan setelah ditahan di Moskwa

Kompas.com - 01/02/2021, 15:15 WIB
 Yulia Navalny, istri pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, sempat ditahan saat memprotes pemenjaraan suaminya di Moskow, Rusia. Sabtu (23/1/2021). AFP PHOTO/KIRILL KUDRYAVTSEV Yulia Navalny, istri pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, sempat ditahan saat memprotes pemenjaraan suaminya di Moskow, Rusia. Sabtu (23/1/2021).

MOSKWA, KOMPAS.com - Jumlah pengunjuk rasa yang ditahan kepolisian Rusia mencapai rekor, pada Minggu (1/2/2021).

Demonstrasi masih terus meletus di seluruh “Negeri Beruang Putih”. untuk mendukung pemimpin oposisi Alexei Navalny yang ditahan.

Setidaknya 5.045 orang ditahan, lebih dari 1.600 diantaranya berasal dari Moskwa. Jumlah itu merupakan rekor penahanan tertinggi sejak 2011, ketika pemantauan dan pencatatan jumlah penangkapan oleh pemerintah Rusia mulai dilakukan oleh sebuah situs independen OVD-Info.

Di antara mereka yang ditahan adalah istri Navalny, Yulia Navalnaya, yang kemudian dibebaskan pada Minggu (1/2/2021) melansir CNN.

Tim Navalny mengatakan bahwa gelombang demonstrasi berikutnya akan dilakukan Selasa (3/2/2021). Tepatnya ketika pengadilan Moskwa mempertimbangkan kasus Navalny.

Oposisi Putin itu dituduh atas kasus penipuan. Pada saat yang sama pengadilan juga akan menetapkan apakah hukuman yang ditangguhkan harus diganti dengan hukuman penjara yang sebenarnya.

"Protes hari ini telah berakhir, tetapi kami terus berjuang untuk kebebasan Alexei Navalny," tulis tim Navalny dalam saluran Telegram mereka pada pukul 18:20 waktu lokal.

Navalny ditahan pada 17 Januari, beberapa saat setelah tiba di Moskwa. Sebelumnya dia berbulan-bulan menjalani perawatan di Jerman karena diracuni pada Agustus 2020 dengan racun saraf Novichok.

Pengacara berusia 44 tahun itu menyalahkan pemerintah Rusia atas insiden keracunan tersebut. Tuduhan ini berulang kali dibantah Kremlin.

Baca juga: Lebih dari 5.000 Orang Ditahan Polisi Rusia karena Ikut Demo

Protes di seluruh negeri

Sebelumnya pada Minggu (1/2/2021), pendukung Navalny mengatakan telah merencanakan protes di setidaknya 120 kota di seluruh wilayah negara yang luas itu. Protes digelar mulai siang hari waktu setempat di setiap lokasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X