AS-Korea Selatan Bicarakan Perdamaian di Semenanjung Korea

Kompas.com - 24/01/2021, 22:33 WIB
Orang Korea Selatan menonton berita tentang peluncuran proyektil Korea Utara, di Stasiun Seoul di Seoul, Korea Selatan, 21 Maret 2020. Menurut militer Korea Selatan, Korea Utara pada 21 Maret menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke lepas pantai timur semenanjung Korea.  EPA-EFE/KIM HEE-CHUL KIM HEE-CHULOrang Korea Selatan menonton berita tentang peluncuran proyektil Korea Utara, di Stasiun Seoul di Seoul, Korea Selatan, 21 Maret 2020. Menurut militer Korea Selatan, Korea Utara pada 21 Maret menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke lepas pantai timur semenanjung Korea. EPA-EFE/KIM HEE-CHUL

SEOUL, KOMPAS.com – Korea Selatan dan Amerika Serikat ( AS) menyepakati perlunya kerja sama bilateral yang erat dalam memajukan proses perdamaian Korea dan penanganan masalah global.

Hal itu disampaikan oleh Kantor Kepresidenan Korea Selatan sebagaimana dilansir dari Yonhap News Agency, Sabtu (23/1/2021).

Kesepakatan tersebut terjalin ketika Direktur Keamanan Nasional Korea Selatan Suh Hoon berbicara dengan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan melalui sambungan telepon.

Baca juga: Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Itu merupakan percakapan formal pertama antara Suh dengan Sullivan sejak Joe Biden dilantik menjadi Presiden AS pada Rabu (20/1/2021).

Suh juga memberi selamat kepada Sullivan karena dipilih menjadi penasihat Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, menurut Juru Bicara Kantor Kepresidenan Korea Selatan Kang Min-seok.

Kedua belah pihak menegaskan kembali kekuatan aliansi antara “Negeri Paman Sam” dengan “Negeri Ginseng”.

Baca juga: Kapal Tankernya Masih Ditahan Iran, Korea Selatan Minta Bantuan Qatar

Keduanya juga sepakat untuk bekerja sama tak hanya dalam masalah keamanan regional, tetapi juga pada tantangan global yang tertunda.

Tantangan global itu termasuk pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, perubahan iklim, dan keamanan siber.

Kang menyebut bahwa Sullivan menggarisbawahi jika aliansi adalah kunci utama perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Setelah Dimakzulkan, Begini Akhir Drama Skandal Korupsi Mantan Presiden Korea Selatan

Sullivan dan Suh juga sepakat bahwa Seoul dan Washington akan melakukan upaya bersama untuk mencapai tujuan denuklirisasi dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

Mereka berbagi pandangan bahwa Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Biden perlu memulai komunikasi sejak dini.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Emily Horne juga mengeluarkan pernyataan tentang percakapan telepon tersebut.

Baca juga: Kim Yo Jong Marah karena Korea Selatan Memata-matai Korea Utara

Horne mengatakan, Sullivan menekankan komitmen pemerintahan Biden untuk lebih memperkuat aliansi AS-Korea Selatan.

"Mereka membahas pentingnya koordinasi yang erat di Korea Utara, serta tantangan regional dan global lainnya termasuk Covid-19 dan memerangi perubahan iklim," kata Horne.

Baca juga: Pekerja Mekanik di Korea Selatan Tewas Terjebak di Mesin


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

Global
Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Global
PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen "Sangat Rahasia" Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
komentar
Close Ads X