[Cerita Dunia] Krisis Suez dan Melemahnya Kekuatan Kolonialis Lama

Kompas.com - 23/01/2021, 13:38 WIB
Kendaraan militer Mesir melintasi Terusan Suez pada 7 Oktober 1973 dalam Perang Yom Kippur melawan Israel. WikipediaKendaraan militer Mesir melintasi Terusan Suez pada 7 Oktober 1973 dalam Perang Yom Kippur melawan Israel.

KOMPAS.com – Krisis Suez merupakan konflik mengenai Terusan Suez, terusan yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah, yang terletak di Mesir.

Krisis Suez dipicu oleh keputusan Presiden Mesir kala itu, Gamal Abdel Nasser, untuk menasionalisasi Terusan Suez pada Juli 1956 sebagaimana dilansir dari History.

Sebelum dinasionalisasi, terusan sepanjang 193 kilometer itu dikendalikan bersama oleh Inggris dan Perancis.

Terusan Suez menghasilkan banyak uang karena digunakan sebagai lalu lintas dua pertiga minyak ke Eropa.

Baca juga: [Cerita Dunia] Chamoy Thipyaso Dipenjara 141.078 Tahun, Korbannya 16.000 Orang

Karena itulah, Nasser menasionalisasi terusan tersebut supaya uang yang dihasilkan dari Terusan Suez dapat digunakan untuk mendanai Bendungan Aswan di seberang Sungai Nil.

Langkah tersebut ditentang habis-habisan oleh Inggris dan Perancis. Perdana Menteri Inggris kala itu, Anthony Eden, bahkan bersumpah untuk merebut kembali Terusan Suez.

Inggris lantas memerangi Mesir untuk mendapatkan kembali kontrol atas Terusan Suez. Langkah tersebut diikuti oleh Perancis dan Israel.

Perancis sebelumnya telah memiliki masalah dengan Mesir atas dukungan Nasser terhadap pemberontak di koloni Perancis, Aljazair.

Baca juga: [Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

Di sisi lain, Israel terlibat dalam perang dengan Mesir. Kedua negara ini bahkan tengah bertempur di seepanjang perbatasan mereka.

Pada 29 Oktober 1956, angkatan bersenjata Israel menyerang Semenanjung Sinai. Dua hari kemudian, dengan kedok melindungi Terusan Suez, pasukan Inggris-Prancis mulai mengebom sasaran di Mesir.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber History
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Kutub Utara hingga Mars, Para Wanita Ini Membuat Sejarah Selama Pandemi

Dari Kutub Utara hingga Mars, Para Wanita Ini Membuat Sejarah Selama Pandemi

Global
Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan Istrinya Positif Covid-19

Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan Istrinya Positif Covid-19

Global
Netizen Ramai Cemooh Kerajaan Inggris dengan Meme “The Firm” dan “The Institution” Usai Wawancara Harry-Meghan

Netizen Ramai Cemooh Kerajaan Inggris dengan Meme “The Firm” dan “The Institution” Usai Wawancara Harry-Meghan

Global
Sebut Makan Nasi Tak Boleh Pakai Tangan, Ahli Etiket Ini Ramai-ramai Diserang Netizen Asia

Sebut Makan Nasi Tak Boleh Pakai Tangan, Ahli Etiket Ini Ramai-ramai Diserang Netizen Asia

Global
Rusia Lancarkan Kampanye Menyesatkan Tentang Vaksin Covid-19 Selain Produksinya

Rusia Lancarkan Kampanye Menyesatkan Tentang Vaksin Covid-19 Selain Produksinya

Global
Tentara Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, OHCHR: Sama Sekali Tak Dapat Diterima

Tentara Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, OHCHR: Sama Sekali Tak Dapat Diterima

Global
Viral Video Pria Tendang dan Pukuli Mantan Istri di Jalan, Anak Jadi Alasan

Viral Video Pria Tendang dan Pukuli Mantan Istri di Jalan, Anak Jadi Alasan

Global
Saat Klakson Telolet Berujung Denda Rp 7 Juta dan Kurungan Penjara...

Saat Klakson Telolet Berujung Denda Rp 7 Juta dan Kurungan Penjara...

Global
Pangeran Harry dan Meghan Markle Dianggap Sudah Jatuhkan Bom ke Kerajaan Inggris

Pangeran Harry dan Meghan Markle Dianggap Sudah Jatuhkan Bom ke Kerajaan Inggris

Global
Referendum IE-CEPA Lolos di Swiss, Diharap Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi

Referendum IE-CEPA Lolos di Swiss, Diharap Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi

Global
Ingin Bunuh Diri Saat Hamil, Meghan: Kerajaan Khawatir Kulit Archie Gelap

Ingin Bunuh Diri Saat Hamil, Meghan: Kerajaan Khawatir Kulit Archie Gelap

Global
Mantan Istri Bos Amazon Dikabarkan Menikah dengan Guru Sains

Mantan Istri Bos Amazon Dikabarkan Menikah dengan Guru Sains

Global
Hasil Referendum Swiss Putuskan Larangan Pemakaian Burkak

Hasil Referendum Swiss Putuskan Larangan Pemakaian Burkak

Global
Bangun Situation Room Seperti Milik Gedung Putih AS, Inggris Gelontorkan Rp 184 miliar

Bangun Situation Room Seperti Milik Gedung Putih AS, Inggris Gelontorkan Rp 184 miliar

Global
Pamer Kekuatan ke Iran, Pesawat Pengebom B-52 AS Diapit Jet Tempur Israel

Pamer Kekuatan ke Iran, Pesawat Pengebom B-52 AS Diapit Jet Tempur Israel

Global
komentar
Close Ads X