Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Kompas.com - 18/01/2021, 11:28 WIB
Ratusan pasukan Garda Nasional siaga 24 jam di dalam Pusat Pengunjung Capitol untuk memperkuat keamanan di Capitol di Washington, Rabu, 13 Januari 2021. AP PHOTO/J SCOTT APPLEWHITERatusan pasukan Garda Nasional siaga 24 jam di dalam Pusat Pengunjung Capitol untuk memperkuat keamanan di Capitol di Washington, Rabu, 13 Januari 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Sejumlah pejabat keamanan Amerika Serikat ( AS) mengaku khawatir akan adanya ancaman dari dalam terkait pengamanan pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden pada Rabu (20/1/2021) mendatang.

Oleh karena itu, mereka meminta Biro Investigasi Federal ( FBI) memeriksa seluruh 25.000 personel Garda Nasional yang diterjunkan untuk pengamanan pelantikan tersebut.

Upaya itu merupakan cerminan dari kekhawatiran keamanan yang luar biasa mengingat insiden penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari oleh pendukun Donald Trump.

Akibatnya, mereka khawatir jika penjaga keamanan pun, khususnya Garda Nasional, nantinya bakal menjadi pengamanan dalam acara penatikan tersebut.

Baca juga: Partai Republik Serukan Persatuan, Meski Enggan Akui Biden Menang Secara Adil

Sekretaris Angkatan Darat AS Ryan McCarthy mengatakan kepada Associated Press pada Minggu (17/1/2021) bahwa para pejabat menyadari adanya potensi ancaman dari dalam.

Oleh karena itu, dia memperingatkan para komandan untuk mewaspadai masalah apa pun di dalam tubuh anak buah mereka menjelang pelantikan Biden.

Namun, sejauh ini, dia dan para pemimpin lainnya mengatakan bahwa mereka tidak melihat bukti adanya ancaman apa pun.

Selain itu, para petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap personel Garda Nasional tidak menemukan masalah apa pun yang mereka ketahui.

Baca juga: Siaga 24 Jam, Gedung Capitol Berubah Jadi “Barak” Garda Nasional AS

"Kami terus melalui proses, dan mengambil pandangan kedua, ketiga, pada setiap individu yang ditugaskan untuk operasi ini," kata McCarthy dalam sebuah wawancara kepada Associated Press.

Dia mengatakan personel Garda Nasional juga mendapatkan pelatihan tentang cara mengidentifikasi potensi ancaman dari orang dalam.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siarkan Dirinya Tidur 5 Jam, Gadis Ini Ditonton Puluhan Ribu Orang

Siarkan Dirinya Tidur 5 Jam, Gadis Ini Ditonton Puluhan Ribu Orang

Global
AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah

AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah

Global
Pria di AS Tewas setelah Polisi Menindih Lehernya dengan Dengkul

Pria di AS Tewas setelah Polisi Menindih Lehernya dengan Dengkul

Global
Maroko Berencana Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis dan Industri

Maroko Berencana Legalisasi Ganja untuk Keperluan Medis dan Industri

Global
Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Luka Bakar 80 Persen, Pacar Pengemudi Kecelakaan BMW Singapura Keluar dari ICU

Global
Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Langgar Prokes Covid-19, Singapura Deportasi 4 Warga Inggris

Global
Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Global
Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Global
Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Global
Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Global
Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
komentar
Close Ads X