Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Kompas.com - 18/01/2021, 11:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye mendukung calon Senator dari Partai Republik, Kelly Loeffler dan David Perdue, di Dalton, Georgia, Senin (4/1/2021). AP PHOTO/BRYNN ANDERSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye mendukung calon Senator dari Partai Republik, Kelly Loeffler dan David Perdue, di Dalton, Georgia, Senin (4/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para pendukung setia Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Kongres ramai-ramai menyerukan persatuan, nyaris dua minggu setelah massa pro-Trump mengamuk di Gedung Capitol.

"Apa yang terjadi di Capitol pada 6 Januari sangat salah," kata Anggota DPR Jim Jordan selama pertemuan komite virtual tentang tuntutan Demokrat agar Trump dicopot dari jabatannya, melansir The Washington Post pada Senin (18/1/2021).

Dia mengatakan, sekarang adalah waktunya untuk menyembuhkan negara. Jadi menurut Jordan, itu berarti mengizinkan presiden untuk menyelesaikan masa jabatannya.

Namun, politisi Demokrat Jim McGovern mempertanyakan pernyataan itu. Dia menuding Jordan dan lebih dari 140 Republikan lainnya turut mengobarkan teori konspirasi palsu yang didorong oleh Trump.

Hal itulah yang memotivasi para perusuh Gedung Capitol. Mereka meyakini pemilu entah bagaimana telah dicuri dan menolak sertifikasi hasil electoral college.

“Kita semua menginginkan kesembuhan. Tetapi untuk mendapatkan kesembuhan, kita membutuhkan kebenaran. Kita membutuhkan pertanggungjawaban,” kata McGovern.

Dia kembali menuntut politisi partai Republik mengakui bahwa Joe Biden menang dengan adil dan jujur, dan pemilihan itu tidak dicurangi atau dicuri.

Akan tetapi, pertanyaan McGovern disambut dengan hening selama 17 detik sebelum Jordan mengatakan, Biden memang akan dilantik sebagai presiden, pertanyaan yang jelas bertentangan denagn penolakan kemenangan Biden selama ini.

Baca juga: Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Masih banyak menyangkal

Ketika Biden bersiap untuk dilantik ke kantor dikelilingi oleh lebih dari 20.000 pasukan Garda Nasional melindungi pelantikan dari salah satu ancaman terorisme domestik paling parah dalam sejarah AS.

Demokrat dan kritikus Trump lainnya mendorong Partai Republik untuk meninggalkan kebohongan partai.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Ini Tidak Adil' Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

"Ini Tidak Adil" Teriak Terdakwa Kerusuhan Gedung Capitol di Pengadilan

Global
Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Muncul Virus Corona Jenis Rusia, Apa yang Bisa Diketahui soal Varian Itu?

Global
WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

Global
Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Global
Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Dalam Pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ulama Terkemuka Syiah Irak Dukung Kristen dan Muslim Hidup Damai

Global
Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Sudah Berusia 100 Tahun, Pegawai McDonald's Ini Ogah untuk Pensiun

Global
Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Thailand dan Vietnam Bersiap Evakuasi Warga Negaranya dari Myanmar

Global
Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Ayah Ini Rekam Ucapan Selamat Tinggal ke Keluarga sebelum Meninggal karena Covid-19

Global
Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Kandang Serigala Ternyata Isinya Anjing, Kebun Binatang China Ini Jadi Sorotan

Global
Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Global
Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Paus Fransiskus Bertemu Ulama Syiah Irak Ayatollah Ali Sistani

Global
WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

Global
Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Beredar Video Aparat Myanmar Paksa Paramedis Berlutut sebelum Dipukuli

Global
Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Pesawat Penumpang Iran Dibajak, Coba Alihkan Penerbangan ke Pantai Selatan Teluk Persia

Global
Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Genap 100 Hari Berdemo Tolak UU Pertanian, Petani India Blokade Jalan

Global
komentar
Close Ads X