Siaga 24 Jam, Gedung Capitol Berubah Jadi “Barak” Garda Nasional AS

Kompas.com - 14/01/2021, 16:58 WIB
Anggota DPR Partai Republik Vicky Hartzler dan Michael Waltz, R-Fla memberikan pizza untuk anggota Garda Nasional yang siaga di Capitol Visitor Center, Rabu, 13 Januari 2021, di Washington. AP PHOTO/MANUEL BALCE CENETAAnggota DPR Partai Republik Vicky Hartzler dan Michael Waltz, R-Fla memberikan pizza untuk anggota Garda Nasional yang siaga di Capitol Visitor Center, Rabu, 13 Januari 2021, di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Garda Nasional Amerika Serikat (AS) berjaga 24 jam di Gedung Capitol setelah kekerasan mematikan pekan lalu.

Reuters melaporkan pada Rabu (13/1/2021), terlihat sejumlah anggota militer yang tidak bertugas tidur siang di lorong dan memenuhi aula besar Gedung Parlemen AS.

Ada juga yang beristirahat di bawah patung Jenderal George Washington, tokoh yang memimpin kemenangan AS dalam pertempuran kemerdekaan melawan Inggris lebih dari dua abad yang lalu.

Sejumlah besar anggota militer mengenakan seragam dan membawa senapan menjaga bagian luar gedung, sementara yang lain berjejer di koridor Capitol.

Dewan Perwakilan Rakyat bertemu untuk mempertimbangkan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump atas perannya dalam serangan 6 Januari terhadap demokrasi AS, ketika para pendukungnya menyerbu gedung dengan amukan yang mematikan.

Sementara pasukan Garda Nasional telah ditempatkan di dalam dan di luar Parlemen, setidaknya sejak Jumat (8/1/2021). Sebelumnya mereka tidak dipersenjatai dengan senapan.

Baca juga: Aksi Pemberontakan dalam Sejarah Dunia: dari Penyerbuan Bastille hingga Gedung Capitol

Sekarang, beberapa dari 20.000 pasukan Garda Nasional, yang diperintahkan ke Washington DC untuk mengamankan kota sebelum pelantikan Presiden Terpilih Joe Biden pada 20 Januari, memiliki senjata di tangannya.

Mereka juga mengenakan pelindung anti huru-hara. Persediaan masker pelindung gas air mata terlihat bertumpuk di lorong, menurut laporan Reuters.

Pemagaran baru dan tindakan pengamanan lainnya juga dipasang di sekitar gedung, yang bagi banyak orang dipandang sebagai simbol demokrasi global yang penting.

Pagar setinggi tujuh kaki (dua meter) telah didirikan di sekitar Capitol, lengkap dengan penghalang logam. Ditambah lapisan pasukan Garda Nasional melindungi gedung perkantoran kongres yang mengelilinginya.

Ratusan pasukan Garda Nasional siaga 24 jam di dalam Pusat Pengunjung Capitol untuk memperkuat keamanan di Capitol di Washington, Rabu, 13 Januari 2021.AP PHOTO/J SCOTT APPLEWHITE Ratusan pasukan Garda Nasional siaga 24 jam di dalam Pusat Pengunjung Capitol untuk memperkuat keamanan di Capitol di Washington, Rabu, 13 Januari 2021.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
komentar
Close Ads X