Taliban Serang Pos Patroli, 10 Pasukan Keamanan Afghanistan Tewas

Kompas.com - 14/12/2020, 17:52 WIB
Tentara Afghanistan memeriksa lokasi serangan bom yang dilakukan oleh gerilyawan Taliban di Bandara Kabul, Afghanistan, 17 Juli 2014. AFP PHOTO / SHAH MARAITentara Afghanistan memeriksa lokasi serangan bom yang dilakukan oleh gerilyawan Taliban di Bandara Kabul, Afghanistan, 17 Juli 2014.

KABUL, KOMPAS.com – Kelompok Taliban menyerang Provinsi Kunduz, Afghanistan, dan menewaskan setidaknya 10 pasukan keamanan Afghanistan.

Serangan tersebut dikonfirmasi oleh seorang pejabat di Provinsi Kunduz, Mohammed Yosuf, pada Senin (14/12/2020).

Kepada Anadolu Agency, Yosuf mengatakan bahwa pos pemeriksaan gabungan dan tim patroli tentara dan milisi pro-pemerintah lokal diserang oleh Taliban di Distrik Imam Saheb, Minggu (13/12/2020) malam waktu setempat.

Baca juga: Afghanistan Diguncang Bom dan Insiden Penembakan, 3 Orang Tewas

Dilansir dari Anadolu Agency, pertempuran tersebut cukup sengit dan berlangsung hingga Senin (14/12/2020) pagi waktu setempat.

Akibat pertempuran tersebut, sebanyak 10 personel keamanan Afghanistan terbunuh dan tiga lainnya luka-luka.

Pihak Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengumumkannya melalui Twitter.

Baca juga: Jurnalis Perempuan di Afghanistan Ditembak Mati dalam Perjalanan ke Kantor

Juru Bicara Taliban, Zabiullah Mujahed, menyebut serangan itu sebagai bagian dari operasi al-Fath yang mereka gelar.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah Taliban bersumpah untuk membalas dendam atas jatuhnya korban sipil di Kandahar.

Pada Minggu, Afghanistan mengeklaim telah menewaskan sedikitnya 90 milisi Taliban di Provinsi Kunduz yang tengah bergolak itu.

Baca juga: Malalai Maiwand, Jurnalis Wanita di Afghanistan jadi Sasaran Pembunuhan oleh Militan

Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan, banyak dari serangan Taliban berhasil dipukul mundur.

Kementerian tersebut menambahkan operasi pembersihan berikutnya akan dilakukan di berbagai distrik.

Lonjakan kekerasan terjadi saat Afghanistan dan Taliban terlibat dalam pembicaraan damai yang dimulai sejak 12 September di Ibu Kota Qatar, Doha.

Baca juga: Setelah Berdamai dengan Taliban, Afghanistan akan Fokus Lawan ISIS

Negosiasi tersebut bertujuan untuk mengakhiri konflik yang hampir berlangsung selama dua dekade.

Pembicaraan tersebut menyusul kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat ( AS) dan Taliban pada Februari.

Baca juga: Sempat Macet, Negosiasi Damai Taliban-Afghanistan Lanjut Lagi ke Babak Baru


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Global
Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Global
2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

Global
Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Global
PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen "Sangat Rahasia" Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
komentar
Close Ads X