Afghanistan Diguncang Bom dan Insiden Penembakan, 3 Orang Tewas

Kompas.com - 13/12/2020, 22:06 WIB
Personel keamanan Afghanistan bekerja di lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan, Rabu, 9 September 2020. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan pemboman di Kabul yang menargetkan konvoi wakil presiden pertama negara itu menewaskan banyak orang dan melukai lebih dari pulusan lainnya, termasuk beberapa pengawal wakil presiden. Wakil Presiden I Amrullah Saleh menderita luka bakar ringan dalam serangan Rabu pagi itu. AP Photo/Rahmat GulPersonel keamanan Afghanistan bekerja di lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan, Rabu, 9 September 2020. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan pemboman di Kabul yang menargetkan konvoi wakil presiden pertama negara itu menewaskan banyak orang dan melukai lebih dari pulusan lainnya, termasuk beberapa pengawal wakil presiden. Wakil Presiden I Amrullah Saleh menderita luka bakar ringan dalam serangan Rabu pagi itu.

KABUL, KOMPAS.com – Ibu Kota Afghanistan, Kabul, diguncang oleh serangan bom dan serangan tembakan pada Minggu (13/12/2020).

Akibat serangan tersebut, sedikitnya 3 orang dilaporkan meninggal dunia sebagaimana dilansir dari Associated Press.

Juru Bicara Kepala Polisi Kabul, Ferdaws Faramarz, mengatakan bahwa ledakan bom tersebut berasal dari sebuah bom yang dipasang di kendaraan lapis baja.

Ledakan tersebut membunuh sedikitnya dua orang dan menyebabkan dua orang lain mengalami luka-luka. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Baca juga: Jurnalis Perempuan di Afghanistan Ditembak Mati dalam Perjalanan ke Kantor

Faramarz menambahkan, pada hari yang sama seorang jaksa juga ditembak mati oleh pria tak dikenal di lingkungan Kart-e Now, Kabul.

Jaksa tersebut sedang dalam perjalanan ke kantornya ketika diserang dengan senjata api. Hingga saat ini, belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas dua serangan mematikan di Kabul tersebut.

Sebelum serangan itu, kelompok ISIS telah berulang kali mengeklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan di Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir.

Kelompok teroris tersebut juga mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap institusi pendidikan yang menewaskan sekitar 50 orang, kebanyakan di antara korban adalah pelajar.

Baca juga: Malalai Maiwand, Jurnalis Wanita di Afghanistan jadi Sasaran Pembunuhan oleh Militan

Dua serangan terbaru pada Minggu tersebut terjadi ketika sehari sebelumnya, anggota ISIS menyerang ibu kota dengan rentetan mortir.

Serangan mortir itu menewaskan sedikitnya satu warga sipil dan melukai satu lainnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X