Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Kompas.com - 30/11/2020, 18:08 WIB
Dalam gambar yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Iran dan diambil pada hari Sabtu, 28 November 2020, para penjaga dari tempat suci Imam Reza, membawa peti mati terbungkus bendera berisi jenazah Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan Iran yang terkait dengan program nuklir militer yang dibubarkan di negara itu. Fakhrizadeh tewas pada hari Jumat, selama upacara pemakaman di kota timur laut Mashhad, Iran. APDalam gambar yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Iran dan diambil pada hari Sabtu, 28 November 2020, para penjaga dari tempat suci Imam Reza, membawa peti mati terbungkus bendera berisi jenazah Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan Iran yang terkait dengan program nuklir militer yang dibubarkan di negara itu. Fakhrizadeh tewas pada hari Jumat, selama upacara pemakaman di kota timur laut Mashhad, Iran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menggelar upacara pemakaman untuk ilmuwan nuklir yang tewas terbunuh, Mohsen Fakhrizadeh-Mahabadi, lapor Associated Press (AP) Senin, (30/11/2020).

Fakhrizadeh telah mendirikan program nuklir militernya 2 dekade lalu. Terbunuhnya Fakhrizadeh pada Jumat (27/11/2020) membuat kementerian pertahanan Republik Islam itu berjanji akan melanjutkan apa yang dimulai ilmuwan tersebut, "dengan lebih cepat dan lebih banyak kekuatan."

Beberapa penjaga tampak membawa peti jenazah Mohsen Fakhrizadeh yang dilaporkan ditembak mati dalam penyergapan 'bergaya' militer pada Jumat. Serangan itu diduga dilakukan oleh Israel, berdasarkan tuduhan Iran.

Sebuah sumber anonim yang dilaporkan televisi kaki tangan pemerintah Iran mengatakan pada Senin hari ini bahwa senjata yang ditemukan dari tempat pembunuhan tampaknya adalah senjata Israel.

Pihak Israel yang telah lama dituduh membunuh banyak ilmuwan Iran dalam dekade terakhir, menolak berkomentar atas serangan tersebut.

Baca juga: UEA Kecam Pembunuhan terhadap Ilmuwan Nuklir Top Iran, Minta Semua Pihak Tahan Diri

Apa yang dilakukan Fakhrizadeh?

Fakhrizadeh memimpin program yang disebut-sebut bernama AMAD, yang mana pihak Israel dan Barat menuduh program itu merupakan operasi militer yang mencari kelayakan pembangunan senjata nuklir.

Badan Energi Atom Internasional mengatakan bahwa 'program terstruktur' telah berakhir pada tahun 2003. Badan intelijen Amerika Serikat (AS) sepakat dengan penilaian itu dalam laporan tahun 2007.

Israel menegaskan bahwa Iran masih mempertahankan ambisi pengembangan senjata nuklir, merujuk pada program rudal balistik Teheran dan penelitian teknologi lainnya.

Iran sendiri menganggap mempertahankan program nuklirnya selama ini untuk tujuan damai.

Pemakaman berlangsung di bagian luar kementerian pertahanan Iran di ibu kota Teheran dengan beberapa pejabat terkemuka hadir memakai masker karena aturan di tengah pandemi Covid-19.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Hari Upaya Penyelamatan, 1 Orang Tewas dan 21 Penambang Masih Terjebak di Bawah Tanah

10 Hari Upaya Penyelamatan, 1 Orang Tewas dan 21 Penambang Masih Terjebak di Bawah Tanah

Global
Anwar Ibrahim Minta Raja Malaysia Batalkan Status Darurat, Klaim Raih Mayoritas

Anwar Ibrahim Minta Raja Malaysia Batalkan Status Darurat, Klaim Raih Mayoritas

Global
Kisah Balas Dendam Conquistador Spanyol atas Kanibalisme Penduduk Aztec

Kisah Balas Dendam Conquistador Spanyol atas Kanibalisme Penduduk Aztec

Global
Ini Kata Pendukung Trump soal Pelantikan Joe Biden: 'Trumpisme Akan Bertahan'

Ini Kata Pendukung Trump soal Pelantikan Joe Biden: "Trumpisme Akan Bertahan"

Global
Biden Resmi Jadi Presiden AS, Ini Kata Pendukung Trump yang Masih Setia

Biden Resmi Jadi Presiden AS, Ini Kata Pendukung Trump yang Masih Setia

Global
China Sanksi Puluhan Pejabat Trump karena 'Melanggar Kedaulatan'

China Sanksi Puluhan Pejabat Trump karena "Melanggar Kedaulatan"

Global
Pidato Lengkap Pelantikan Joe Biden Berulang Kali Serukan Persatuan Amerika

Pidato Lengkap Pelantikan Joe Biden Berulang Kali Serukan Persatuan Amerika

Global
Jenderal yang Terkenal karena Umumkan Kudeta di Zimbabwe Meninggal karena Covid-19

Jenderal yang Terkenal karena Umumkan Kudeta di Zimbabwe Meninggal karena Covid-19

Global
DPR AS: Trump dapat Terseret dalam Kasus Pembunuhan di Gedung Capitol

DPR AS: Trump dapat Terseret dalam Kasus Pembunuhan di Gedung Capitol

Global
Trump Tiba di Rumahnya Saat Joe Biden Dilantik

Trump Tiba di Rumahnya Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pesan Terakhir Nancy Pelosi kepada Donald Trump yang Baginya 'Noda Negara'

Pesan Terakhir Nancy Pelosi kepada Donald Trump yang Baginya "Noda Negara"

Global
Donald Trump Tinggalkan Catatan untuk Joe Biden

Donald Trump Tinggalkan Catatan untuk Joe Biden

Global
[POPULAR GLOBAL] Pidato Perpisahan Donald Trump Damai dan Menantang | Kuda Nil Bandar Narkoba Ingin Dibunuh

[POPULAR GLOBAL] Pidato Perpisahan Donald Trump Damai dan Menantang | Kuda Nil Bandar Narkoba Ingin Dibunuh

Global
Dilantik Jadi Wakil Presiden AS, Ini Twit Pertama Kamala Harris

Dilantik Jadi Wakil Presiden AS, Ini Twit Pertama Kamala Harris

Global
Joe Biden: Politik Tak Seharusnya Jadi Penyulut Kekerasan

Joe Biden: Politik Tak Seharusnya Jadi Penyulut Kekerasan

Global
komentar
Close Ads X